
Pesawat penumpang berbadan lebar buatan China C929 kantongi pengguna pertama

Foto yang diabadikan pada 3 November 2023 ini menunjukkan model C929 (kanan) dan C919 (tengah), yang sama-sama merupakan pesawat jet buatan dalam negeri China, dipajang di stan Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd., dalam sebuah acara industri penerbangan di Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Li He)
Versi dasar C929 mengakomodasi 280 kursi dengan jarak tempuh 12.000 kilometer, yang secara efektif memenuhi permintaan global perihal transportasi penumpang udara internasional dan regional.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Perjanjian kerangka kerja pengguna untuk pesawat penumpang C929, pesawat jet jarak jauh berbadan lebar pertama China yang dikembangkan secara mandiri sesuai dengan standar kelaikan udara internasional, diteken pada Selasa (12/11).Perjanjian antara Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) dan Air China itu ditandatangani pada Pameran Penerbangan dan Kedirgantaraan Internasional China (China International Aviation and Aerospace Exhibition) ke-15, dikenal juga sebagai Airshow China, yang sedang berlangsung. Hal itu menjadikan Air China sebagai pengguna pertama jenis pesawat tersebut.Versi dasar C929 mengakomodasi 280 kursi dengan jarak tempuh 12.000 kilometer, yang secara efektif memenuhi permintaan global perihal transportasi penumpang udara internasional dan regional.Ini merupakan langkah terbaru China, pasar penerbangan sipil masif dengan potensi yang sangat besar, untuk meningkatkan daya saingnya di pasar penerbangan global.Pesawat penumpang berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri oleh China, C919, menuntaskan penerbangan komersial perdananya pada Mei 2023, yang menandai resmi masuknya pesawat ini ke pasar penerbangan sipil. Per akhir September 2024, COMAC telah mengirim sembilan unit pesawat C919 ke tiga maskapai penerbangan terkemuka China. Melalui pesawat jet penumpang berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri ini, China menargetkan untuk mengamankan pangsa pasar penerbangan sipil global, yang saat ini didominasi oleh Boeing dan Airbus.Menurut perkiraan pasar yang dirilis oleh COMAC pada akhir 2022, selama periode 2022-2014, pasar penerbangan sipil China akan menerima 9.284 unit pesawat jet penumpang baru, termasuk 6.288 unit pesawat jet dengan lorong tunggal (single-aisle).Pertama kali digelar pada 1996, Airshow China merupakan satu-satunya pameran dagang kedirgantaraan internasional yang disetujui oleh pemerintah pusat China, dengan dukungan dari industri kedirgantaraan China. Ajang yang digelar setiap dua tahun sekali di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China selatan, tersebut menampilkan berbagai produk aktual, pembicaraan dagang, pertukaran teknologi, dan pertunjukan terbang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Uji B50 di sektor tambang tunjukkan hasil positif
Indonesia
•
07 Apr 2026

52 persen populasi global derita sakit kepala setiap tahun, 14 persen alami migrain
Indonesia
•
12 Apr 2022

Tim ilmuwan kembangkan metode produksi hidrogen bebas karbon
Indonesia
•
15 Feb 2025

Penelitian ungkap Dataran Tinggi Qinghai-Xizang jadi lebih hangat, lebih basah, dan lebih hijau
Indonesia
•
20 Aug 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
