Venezuela terima 300 juta dolar as dari penjualan minyaknya oleh AS

Sebuah poster terlihat dalam aksi unjuk rasa mengecam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela di luar Downing Street No. 10 di London, Inggris, pada 10 Januari 2026. (Xinhua/Li Ying)

Venezuela menerima sebesar 300 juta dolar AS dari penjualan minyak mentahnya oleh Amerika Serikat – bagian dari total pendapatan yang diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS – dan akan menggunakan dana tersebut untuk menstabilkan pasar valuta asing.

 

Caracas, Venezuela (Xinhua/Indonesia Window) – Venezuela menerima sebesar 300 juta dolar AS dari penjualan minyak mentahnya oleh Amerika Serikat (AS) – bagian dari total pendapatan yang diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS – dan akan menggunakan dana tersebut untuk menstabilkan pasar valuta asing, kata Delcy Rodriguez, penjabat presiden Venezuela, pada Selasa (20/1).

*1 dolar AS = 16.981 rupiah

Presiden AS Donald Trump secara terpisah pada Selasa yang sama mengatakan bahwa negaranya telah mengambil 50 juta barel minyak dari Venezuela dan menjual sebagian dari minyak tersebut di pasar terbuka, meskipun catatan pengiriman menunjukkan bahwa volume tersebut belum diekspor.

Berbicara dalam sebuah acara di Caracas, ibu kota Venezuela, Rodriguez mengatakan dana tersebut akan disalurkan melalui bank-bank publik dan swasta, sambil berkoordinasi dengan Bank Sentral Venezuela, untuk membantu menstabilkan pasar valuta asing.

Venezuela memiliki cadangan sekitar 300 miliar barel minyak mentah berkekentalan tinggi (heavy) dan berkadar sulfur tinggi (sour), atau sekitar seperlima dari cadangan dunia. AS pada 3 Januari melancarkan serangan mendadak ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya.

Serangan AS tersebut memicu kecaman keras dari masyarakat internasional, dengan banyak pemerintah dan analis memperingatkan bahwa tindakan tersebut merupakan preseden berbahaya tentang penggunaan kekuatan terhadap sebuah negara berdaulat.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait