UU membawa senjata api tanpa lisensi timbulkan dilema bagi polisi AS

Foto dari udara ini memperlihatkan sebuah formasi berbentuk senapan yang tersusun dari sejumlah bus sekolah di Houston, Amerika Serikat, pada 13 Juli 2022. (Xinhua/Change the Ref)
Undang-undang membawa senjata api tanpa lisensi di Amerika Serikat telah menciptakan dilema bagi petugas kepolisian yang bekerja di jalanan karena mereka harus memutuskan, terkadang dalam hitungan detik, apakah seseorang yang berhak membawa senjata api tersebut adalah sebuah ancaman bahaya atau bukan.
New York City, AS (Xinhua) – Undang-undang membawa senjata api tanpa lisensi di Amerika Serikat (AS) telah menciptakan dilema bagi petugas kepolisian yang bekerja di jalanan. Mereka saat ini harus memutuskan, terkadang dalam hitungan detik, apakah seseorang yang berhak membawa senjata api tersebut adalah sebuah ancaman bahaya, menurut laporan Associated Press (AP) baru-baru ini."Para pendukung mengatakan bahwa UU membawa senjata api tanpa lisensi membuat orang menjadi lebih aman. Para penentang mengatakan langkah itu membuatnya lebih berbahaya bagi orang biasa, dan bagi petugas kepolisian," kata laporan tersebut."Bukan rahasia lagi mengapa begitu banyak pemimpin penegak hukum berbicara menentang undang-undang membawa senjata api tanpa lisensi," kata John Feinblatt, Presiden Everytown for Gun Safety, seperti dikutip dalam pernyataannya. "Membiarkan siapa pun membawa senjata api ke mana pun membuat pekerjaan seorang petugas kepolisian menjadi lebih sulit dan lebih berbahaya."Kekerasan senjata api meningkat secara nasional. Ada 35.000 kematian di AS sepanjang tahun ini, menyusul 45.000 kematian pada 2020 dan jumlah yang sama pada 2021. Sekitar 79 persen pembunuhan pada 2020 melibatkan senjata api, persentase tertinggi sejak setidaknya tahun 1968, menurut laporan itu.Semakin banyak negara-negara bagian AS mengadopsi UU membawa senjata api tanpa lisensi. Banyak di antaranya tidak mengharuskan warga negara untuk secara sah dapat memiliki senjata api, dan mereka memperoleh izin untuk membawa senjata api itu secara tersembunyi dan/atau terbuka, imbuh laporan itu.Pada 12 Oktober lalu situs jejaring kebijakan dan pendidikan ilmu pengetahuan Science 2.0 mengutip Akademi Pediatri Amerika (American Academy of Pediatrics/AAP) yang melaporkan bahwa setiap hari 28 anak dan remaja Amerika atau setara dengan satu kelas di sekolah menengah atas, tewas akibat aksi kekerasan dengan senjata api, menjadikannya penyebab kematian nomor satu di kalangan anak muda hingga usia 24 tahun.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kota-kota di Italia bersiap hadapi puncak gelombang panas
Indonesia
•
22 Jul 2024

The Hill: AS butuh pengeluaran yang cerdas untuk hindari paradoks perawatan kesehatan
Indonesia
•
14 Jun 2023

Kisah sepasang jagawana penjaga pegunungan dan hutan di Anhui, China timur
Indonesia
•
18 Aug 2023

Lebih dari 570 orang tewas akibat wabah mpox di RD Kongo
Indonesia
•
20 Aug 2024
Berita Terbaru

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026

Mesir mulai terima pasien dan korban luka dari Gaza via perlintasan Rafah
Indonesia
•
03 Feb 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026
