Trump ultimatum Iran: Tak boleh ada tarif di Selat Hormuz atau perundingan berakhir!

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (24/6) mengatakan Iran telah meyakinkan Washington bahwa Iran tidak berupaya memungut tarif, biaya asuransi, maupun pungutan lainnya dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Trump memperingatkan bahwa perundingan antara kedua pihak akan langsung berakhir apabila informasi tersebut terbukti tidak benar.

"Iran telah menginformasikan kepada AS bahwa, terlepas dari pemberitaan Berita Palsu yang memicu keributan dan menyatakan sebaliknya, tidak ada 'TARIF, BIAYA ASURANSI, & PUNGUTAN LAIN DALAM BENTUK APA PUN YANG DIMINTA ATAU DITERIMA IRAN DARI KAPAL-KAPAL YANG MELINTASI SELAT HORMUZ'," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

"Jika informasi ini ternyata tidak benar, perundingan akan langsung berakhir!" tegas Trump memperingatkan.

Trump juga membantah spekulasi yang menyebut Washington telah menyalurkan dana secara langsung kepada Teheran.

"Selain itu, tidak ada uang yang diberikan kepada Iran, atau dicairkan kepada mereka dari dana milik Iran, oleh AS," tulis Trump.

Namun demikian, presiden AS itu mengatakan Gedung Putih dapat mencairkan sebagian aset Iran yang berada di bawah kendali AS untuk pembelian produk pertanian, termasuk jagung, gandum, dan kedelai, yang hanya berasal dari petani Amerika.

"Kami akan mencairkan sebagian dana mereka, yang sepenuhnya berada di bawah kendali kami, untuk para Petani dan Peternak kami, untuk pembelian Jagung, Gandum, Kedelai, dan lainnya," kata Trump, seraya menambahkan "kami akan membelinya untuk mereka secara eksklusif dari Amerika Serikat."

Pernyataan Trump ini disampaikan sehari setelah Iran dan Oman mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen kedua negara untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Keduanya juga sepakat melanjutkan pembahasan guna mencapai kesepahaman mengenai pengelolaan navigasi di selat tersebut di masa mendatang serta "biaya" layanan pemungutan tarif terkait.

Kantor berita semiresmi Iran, Fars, pada Selasa (23/6) melaporkan bahwa hanya sejumlah kecil kapal yang diizinkan melintas setiap hari melalui selat tersebut berdasarkan koordinasi dengan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran.

Menurut Fars, Selat Hormuz telah ditutup selama beberapa hari usai tindakan "bermusuhan" Israel terhadap Lebanon serta "pelanggaran" AS terhadap komitmennya di dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang baru-baru ini ditandatangani AS dan Iran, yang menjadi landasan bagi peta jalan 60 hari menuju kesepakatan perdamaian akhir.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait