
Trump tanda tangani perintah eksekutif berisi jaminan keamanan AS untuk Qatar

Personel keamanan terlihat di dekat lokasi serangan udara Israel di Doha, Qatar, pada 9 September 2025. Israel melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di Doha, ibu kota Qatar, pada Selasa (9/9), menargetkan sebuah bangunan yang digunakan para pejabat senior Hamas. Otoritas Israel menyebut serangan itu sebagai upaya untuk membunuh para pemimpin kelompok tersebut. (Xinhua/Nikku)
Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjamin keamanan Qatar, menegaskan komitmen AS melindungi sekutu Teluk dari ancaman eksternal.
Doha, Qatar (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (1/10) menandatangani perintah eksekutif yang menjamin keamanan Qatar, dengan menyatakan bahwa serangan bersenjata apa pun terhadap negara Teluk tersebut akan dianggap sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan AS.Perintah eksekutif yang dibagikan oleh Kedutaan Besar AS di Qatar itu menyoroti kerja sama yang telah lama terjalin antara kedua negara. Perintah tersebut menyebutkan bahwa Qatar telah menjadi tuan rumah bagi pasukan AS, memfasilitasi operasi keamanan yang penting, dan bertindak sebagai sekutu yang teguh dalam upaya mencapai perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, termasuk dengan berperan sebagai mediator untuk membantu menyelesaikan konflik regional dan global.Trump mengatakan dalam perintah tersebut bahwa kebijakan AS adalah memastikan keamanan dan integritas teritorial Qatar terhadap agresi eksternal, dan bahwa Washington akan mengambil "semua langkah yang tepat dan sesuai hukum, termasuk langkah diplomatik, ekonomi, dan jika diperlukan, militer, untuk mempertahankan kepentingan AS dan Negara Qatar serta memulihkan perdamaian dan stabilitas."Perintah eksekutif tersebut diterbitkan dua hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sebuah kunjungan ke Gedung Putih, meminta maaf kepada Qatar atas serangan udara baru-baru ini di Doha. Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Qatar, Netanyahu mengutarakan penyesalannya atas insiden tersebut dan berjanji bahwa peristiwa serupa tidak akan terulang.Pada 9 September, Israel melancarkan serangan udara ke Doha, dengan klaim bahwa serangan tersebut menargetkan para pemimpin senior Hamas yang sedang berada di kota itu. Hamas menyatakan bahwa delegasi mereka saat itu sedang berada di Doha untuk membahas proposal gencatan senjata yang dimediasi oleh AS. Serangan Israel tersebut menewaskan lima warga Palestina dan satu petugas keamanan Qatar, serta memicu kecaman luas dari masyarakat internasional.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Negara teluk dirikan pusat bersama perangi pandemik
Indonesia
•
08 Jan 2021

NYT: Sanksi ekonomi jadi alat diplomasi yang sukses, tetapi terkadang jadi bumerang bagi AS
Indonesia
•
26 Jul 2023

USAID akan PHK 1.600 karyawan
Indonesia
•
26 Feb 2025

Arab Saudi tak batasi jumlah jamaah umroh di musim baru
Indonesia
•
04 Aug 2021


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
