
Utusan PBB uraikan tantangan bagi pemerintahan baru Suriah, desak transisi yang inklusif

Sejumlah pedagang kaki lima menjual bahan bakar untuk mobil di sebuah jalan di Damaskus, Suriah, pada 15 Januari 2025. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Transisi politik, yang mencakup konstitusi baru dan pemilihan umum yang bebas, haruslah "dipimpin oleh masyarakat Suriah dan menjadi milik masyarakat Suriah" agar dapat berhasil.
Damaskus, Suriah (Xinhua/Indonesia Window) – Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah, Geir Pedersen, pada Rabu (22/1) menyebutkan tujuh hambatan yang dihadapi jajaran kepemimpinan baru Suriah, mulai dari integrasi faksi-faksi bersenjata ke dalam satu kekuatan nasional hingga mengakhiri sanksi dan mendorong pemulihan ekonomi."Yang pertama adalah menyatukan kelompok-kelompok bersenjata di bawah satu pasukan nasional," kata Pedersen kepada para wartawan dalam konferensi pers di Damaskus. "Yang kedua adalah tantangan khusus di timur laut, dan yang ketiga adalah memastikan perlindungan bagi seluruh warga Suriah. Keempat, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, adalah transisi politik. Kelima adalah keadilan transisional. Keenam, masalah sanksi, pemulihan ekonomi, dan rekonstruksi. Dan ketujuh, terakhir namun tak kalah penting, adalah kehadiran Israel."Pedersen menekankan bahwa transisi politik, yang mencakup konstitusi baru dan pemilihan umum yang bebas, haruslah "dipimpin oleh masyarakat Suriah dan menjadi milik masyarakat Suriah" agar dapat berhasil. "Kita membutuhkan transisi yang inklusif," ujarnya.Utusan tersebut juga menyerukan agar sanksi-sanksi dicabut guna mempercepat rekonstruksi Suriah, seraya menambahkan bahwa mungkin butuh waktu sebelum negosiasi perihal pencabutan semacam itu dapat dilakukan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Orang-orang berpartisipasi dalam sebuah kampanye pembersihan lingkungan di Damaskus, Suriah, pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Orang-orang berpartisipasi dalam sebuah kampanye pembersihan lingkungan di Damaskus, Suriah, pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Ammar Safarjalani)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump ancam "Kuba akan jadi yang berikutnya" usai serangan AS terhadap Venezuela dan Iran
Indonesia
•
28 Mar 2026

Cathay Pacific mulai kembali penerbangan gunakan wilayah udara Rusia
Indonesia
•
30 Oct 2022

Menlu Iran sebut perundingan nuklir "berada di jalur yang benar"
Indonesia
•
05 Oct 2022

Analisis – Israel dan Turki pulihkan hubungan penuh demi kepentingan bersama
Indonesia
•
19 Aug 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
