
Trump bebaskan tiga produsen mobil besar dari tarif Meksiko dan Kanada selama sebulan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri sebuah konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 14 Februari 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Trump memberikan pembebasan selama satu bulan kepada tiga produsen mobil besar dari tarif 25 persen yang baru diberlakukan terhadap Meksiko dan Kanada.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Gedung Putih pada Rabu (5/3) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pembebasan selama satu bulan kepada tiga produsen mobil besar dari tarif 25 persen yang baru diberlakukan terhadap Meksiko dan Kanada."Kami telah berbicara dengan tiga dealer (produsen) mobil besar, kami akan memberikan pembebasan (tarif) selama satu bulan untuk setiap mobil yang masuk melalui USMCA. Tarif resiprokal akan tetap berlaku pada 2 April," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada para wartawan dalam sebuah konferensi pers.Levitt mengatakan bahwa Trump telah berbicara dengan tiga perusahaan, yakni Ford, General Motors, dan Stellantis, dan mereka mengajukan permintaan ini. Trump setuju untuk memberikan pembebasan tarif selama satu bulan.Bloomberg News sebelumnya pada Rabu melaporkan bahwa Trump memberikan pembebasan selama satu bulan kepada para produsen mobil dari tarif yang baru diberlakukan terhadap Meksiko dan Kanada, "sebagai penangguhan sementara menyusul permohonan dari para pemimpin industri."Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (United States-Mexico-Canada Agreement/USMCA) adalah perjanjian perdagangan yang dinegosiasikan, ditandatangani, dan akhirnya diberlakukan selama masa jabatan pertama Trump, bertujuan mengganti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) yang ada sebelumnya.Di bawah USMCA, pengadaan suku cadang mobil harus memenuhi aturan tertentu agar bisa mendapatkan perlakuan bebas bea. Aturan-aturan ini dirancang untuk mendorong produksi dan pengadaan regional di Amerika Utara. Untuk kendaraan penumpang dan truk ringan, setidaknya 75 persen dari nilai kendaraan harus berasal dari Amerika Utara, sedangkan persyaratan minimum untuk truk berat adalah 70 persen.Pada 1 Februari, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengenakan tarif 25 persen terhadap produk-produk yang diimpor dari Meksiko dan Kanada, dengan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk energi Kanada. Pada 3 Februari, Trump mengumumkan penundaan pengenaan tarif selama 30 hari untuk kedua negara itu dan melanjutkan negosiasi. Berdasarkan keputusan ini, langkah-langkah tarif yang relevan mulai diberlakukan pada 4 Maret.Trump pada Selasa (4/3) malam waktu setempat membenarkan strategi tarifnya saat menyampaikan pidato di hadapan sidang gabungan Kongres, tetapi dia mengakui bahwa kebijakan-kebijakan tersebut akan menyebabkan "sedikit gangguan."Kendati demikian, para ekonom dan pengamat telah mengungkapkan kekhawatiran mendalam tentang potensi dampak tarif terhadap perekonomian AS.Tax Foundation memperkirakan bahwa, tanpa mempertimbangkan langkah-langkah pembalasan, tarif 25 persen Trump terhadap Kanada dan Meksiko, yang mulai berlaku pada Selasa, akan mengikis produk domestik bruto (PDB) jangka panjang sebesar 0,2 persen, memangkas jam kerja setara dengan 223.000 pekerjaan penuh waktu, dan mengurangi pendapatan setelah pajak rata-rata 0,6 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China bangun lebih dari 30.000 pabrik pintar
Indonesia
•
14 Feb 2025

Arus modal asing masuk 3,49 triliun rupiah pada 16-19 Agustus
Indonesia
•
20 Aug 2021

Kontribusi ‘Dua Negara, Taman Kembar’ dorong kerja sama China-ASEAN
Indonesia
•
25 Sep 2024

Arus modal asing keluar Indonesia mencapai 0,75 miliar dolar AS
Indonesia
•
17 Sep 2020


Berita Terbaru

PM Albanese sebut pasokan bahan bakar Australia akan semakin sulit dalam beberapa bulan mendatang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Netflix jajaki pasar Rusia lagi, mulai dari pendaftaran merek dagang
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak negara untuk redam dampak ketegangan Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus naik saat konflik masih berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
27 Mar 2026
