
IAEA: Kerusakan fasilitas nuklir Iran belum jelas, tidak ada kenaikan radiasi “off-site”

Kepulan asap terlihat pascaserangan Israel di Teheran, ibu kota Iran, pada 17 Juni 2025. (Xinhua/Shadati)
Tingkat kerusakan pada fasilitas pengayaan uranium Fordow milik Iran akibat serangan udara Amerika Serikat belum dapat dinilai dengan segera.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat kerusakan pada fasilitas pengayaan uranium Fordow milik Iran akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) belum dapat dinilai dengan segera, seperti dikatakan kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Ahad (22/6).Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Esfahan telah terkena serangan."Jelas bahwa Fordow juga terkena dampak langsung, tetapi tingkat kerusakan di dalam fasilitas pengayaan uranium belum bisa ditentukan secara pasti," katanya, seraya menambahkan bahwa IAEA telah diberitahu oleh otoritas Iran bahwa tidak ada kenaikan tingkat radiasi di luar lokasi (off-site) pascaserangan tersebut.Menurut analisis IAEA, situs Natanz, yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan parah, kembali menjadi sasaran serangan semalam dengan amunisi yang dapat menembus tanah. Di situs Esfahan yang luas, yang juga beberapa kali diserang Israel, terjadi kerusakan tambahan yang sangat parah.IAEA sebelumnya telah melaporkan bahwa beberapa bangunan di kompleks Esfahan mengalami kerusakan, beberapa di antaranya mungkin mengandung bahan nuklir."Serangan terakhir pada pagi ini merusak bangunan-bangunan lain di Esfahan. Selain itu, kami telah memastikan bahwa pintu masuk ke terowongan bawah tanah di lokasi tersebut juga terkena dampaknya," kata Grossi.Dia menekankan pentingnya negara-negara yang terlibat untuk segera memulai jalur diplomatik yang bertujuan untuk mengakhiri pertempuran, seraya mengatakan bahwa hal ini juga akan memungkinkan IAEA untuk melanjutkan kegiatan verifikasi yang sangat penting di Iran."Kita harus mencoba untuk kembali ke meja perundingan sesegera mungkin. Kita harus mengizinkan para inspektur IAEA untuk kembali. IAEA siap untuk memainkan perannya yang sangat diperlukan dalam proses ini. Kami telah berbicara dengan Iran, kami telah berbicara dengan AS. Kami harus bekerja untuk perdamaian," kata Grossi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mahkamah Agung AS putuskan Trump kebal hukum dari tuntutan pidana terkait pemilu 2020
Indonesia
•
02 Jul 2024

Uni Eropa akan akhiri penggunaan minyak dan gas Rusia pada 2027
Indonesia
•
27 Apr 2022

Blinken desak "rencana kemanusiaan" untuk Rafah serta kesepakatan antara Israel dan Hamas
Indonesia
•
03 May 2024

Krisis perbatasan di Ceuta mereda, korban tewas bertambah jadi 67 orang
Indonesia
•
02 Aug 2026


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
