
Teleskop raksasa China deteksi lebih dari 900 pulsar baru

Foto panorama yang diabadikan pada 26 Juli 2023 ini menunjukkan Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) China di Provinsi Guizhou.
Teleskop radio piringan tunggal terbesar di dunia milik China telah mengidentifikasi lebih dari 900 pulsar baru sejak diluncurkan pada 2016.
Guiyang, China (Xinhua) – Teleskop Radio Sferikal Apertur Lima ratus meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope/FAST) milik China, teleskop radio piringan tunggal terbesar di dunia, telah mengidentifikasi lebih dari 900 pulsar baru sejak diluncurkan pada 2016, kata operatornya pada Rabu (17/4).Pulsar, atau bintang neutron yang berputar cepat, berasal dari inti bintang masif yang sekarat akibat ledakan supernova.Han Jinlin, seorang ilmuwan dari Observatorium Astronomi Nasional di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (National Astronomical Observatories under the Chinese Academy of Sciences/NAOC), mengatakan bahwa pulsar tersebut mencakup lebih dari 120 pulsar biner, lebih dari 170 pulsar milidetik, dan 80 pulsar redup dan berselang.Han menambahkan bahwa selama lebih dari 50 tahun terakhir sejak penemuan pulsar pertama, kurang dari 3.000 pulsar ditemukan di seluruh dunia, dan jumlah pulsar baru yang ditemukan oleh FAST lebih dari tiga kali lipat jumlah pulsar yang ditemukan oleh teleskop asing selama periode yang sama."Studi ini memiliki implikasi penting untuk pemahaman sisa-sisa bintang mati padat di galaksi Bima Sakti dan karakteristik radiasinya," kata Han.Pengamatan pulsar adalah tugas penting bagi FAST, yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi keberadaan radiasi gravitasi dan lubang hitam, dan membantu menemukan jawaban atas banyak pertanyaan besar lainnya dalam fisika.Jiang Peng, kepala teknisi FAST, mengatakan bahwa seluruh staf melakukan segala upaya untuk meningkatkan kinerja teleskop. Saat ini, waktu observasi tahunan teleskop tersebut adalah sekitar 5.300 jam, dan FAST memainkan peran penting dalam output pencapaian penelitian ilmiah yang berkelanjutan.Terletak di depresi karst yang dalam dan bulat di Provinsi Guizhou, China barat daya, FAST mulai beroperasi secara resmi pada Januari 2020. Teleskop ini diyakini sebagai teleskop radio paling sensitif di dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Studi: Vaksinasi selama kehamilan lindungi bayi baru lahir
Indonesia
•
16 Feb 2022

Peneliti temukan beberapa bagian otak lebih rentan terhadap tumor
Indonesia
•
23 May 2026

Album Asia – Menikmati pertunjukan aerobatik di hari pertama Aero India 2023
Indonesia
•
14 Feb 2023

Udang endemik Sulawesi cantik, terancam punah
Indonesia
•
20 Sep 2019


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
