
Teknologi ‘in ovo feeding’ bantu hasilkan ayam lokal lebih sehat dengan pertumbuhan optimal

Ilustrasi. (Ben Moreland on Unsplash)
Teknologi in ovo feeding (IOF) memungkinkan pemberian nutrien esensial bagi embrio ayam sebelum menetas, dengan tujuan untuk menghasilkan day old chick (DOC) yang lebih sehat dan memiliki pertumbuhan yang optimal, sehingga membantu meningkatkan industri ayam lokal.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Teknologi in ovo feeding (IOF) memungkinkan pemberian nutrien esensial bagi embrio ayam sebelum menetas, dengan tujuan untuk menghasilkan day old chick (DOC) yang lebih sehat dan memiliki pertumbuhan yang optimal, sehingga membantu meningkatkan industri ayam lokal.Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Peternakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rantan Krisnan, baru-baru ini menjelaskan bahwa meskipun pembibitan ayam lokal di Indonesia mengalami perkembangan signifikan seiring dengan permintaan ayam dengan cita rasa khas Nusantara yang terus meningkat, industri ayam lokal menghadapi tantangan dalam memenuhi spesifikasi produk yang lebih tinggi.Salah satu fokus utama para pelaku industri dalam pengembangan ayam lokal adalah ayam Sentul, yang menjadi primadona di pasar domestik, menurut keterangan yang dikutip dari situs jejaring BRIN, Rabu.Ayam sentul adalah salah satu ras ayam asli Indonesia, yang pertama kali dikembangkan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ayam sentul merupakan ras jenis dwiguna, yakni dapat dimanfaatkan daging dan telurnya."Kami berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ayam lokal melalui pendekatan perbaikan bibit dan manajemen pakan yang lebih baik," kata Rantan.Dia menerangkan, pengembangan formula IOF tidak dapat terlepas dari dukungan alat injektor otomatis yang efektif.Sejumlah penelitian menunjukkan, pemberian pakan in ovo merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas unggas dengan memberikan tambahan nutrisi selama masa inkubasi dan dapat meningkatkan pertumbuhan embrio.Pemberian nutrisi awal dan bahan tambahan pada embrio juga dapat menstimulasi mikroflora usus, dan mengurangi dampak buruk kelaparan selama periode sebelum dan sesudah penetasan. Tergantung pada kepentingannya, senyawa tersebut dimasukkan ke embrio sekitar hari ke-12 atau 17 hingga 18 inkubasi, melalui kantung udara atau amnion.Pemberian pakan in-ovo mempunyai beberapa manfaat untuk meningkatkan gizi dan kesehatan, antara lain menjaga status fisiologis normal dan mencegah penyakit, sehingga produktivitas unggas dapat ditingkatkan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Studi: Pandemik hasilkan delapan juta ton sampah plastik
Indonesia
•
10 Nov 2021

Penelitian: Venus tak pernah punya lautan
Indonesia
•
14 Oct 2021

‘Startup’ roket China berencana luncurkan penerbangan luar angkasa komersial pada 2027
Indonesia
•
28 Oct 2024

Ilmuwan sebut pembuangan tritium dari PLTN Fukushima ke laut bahayakan manusia
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
