
Wawancara – Pejabat senior WEF sebut China beri kontribusi positif terhadap tata kelola AI global

Sejumlah orang berjalan di Pusat Kongres untuk Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2025, di Davos, Swiss, pada 19 Januari 2025. Pertemuan Tahunan WEF 2025 akan dimulai di Davos pada Senin (20/1) dengan mengusung tema 'Kolaborasi untuk Era Cerdas' (Collaboration for the Intelligent Age). (Xinhua/Lian Yi)
Tata kelola AI global masih menghadapi banyak tantangan dalam hal etika, privasi, dan tata kelola yang besar, termasuk privasi data, bias algoritma, dan isu-isu transparansi, seiring semakin terintegrasinya teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Davos, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Selain pencapaian-pencapaian signifikan dalam teknologi dan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), China juga memberikan kontribusi positif terhadap tata kelola AI global, ungkap seorang pejabat senior Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).Mengusung tema ‘Kolaborasi untuk Era Cerdas’ (Collaboration for the Intelligent Age), Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2025 dimulai pada Senin (20/1) di Davos, Swiss.Dalam 10 tahun ke depan, AI akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi global, transformasi industri, kesejahteraan sosial, lingkungan iklim, dan kerja sama internasional, kata Chen Liming, ketua Greater China WEF, dalam sebuah wawancara tertulis dengan Xinhua.Penerapan AI yang pesat di berbagai bidang seperti robot cerdas, kreasi cerdas, pendidikan pintar, dan perawatan medis pintar telah mempercepat peningkatan industri dan membuka peluang inovasi yang luas di seluruh masyarakat, ujarnya.Seraya mengatakan bahwa industri inti AI China telah mencapai hampir 600 miliar yuan, yang mencakup jalur hulu dan hilir utama seperti cip, algoritma, data, platform, dan aplikasi, Chen menyebutkan bahwa China juga aktif terlibat dalam tata kelola AI global, berkolaborasi dengan WEF dan organisasi internasional lainnya untuk berbagi wawasan dan mendorong kerja sama.Kerja sama multilateral telah mendorong pembentukan awal kerangka kerja tata kelola global dan konsensus kebijakan untuk AI, lanjutnya.China mengajukan Inisiatif Tata Kelola AI Global, yang memberikan solusi China untuk tata kelola AI global dan menekankan prinsip memberikan perhatian yang sama untuk pengembangan dan keamanan AI, kata Chen."Inisiatif ini bukan hanya sekadar respons positif terhadap tantangan global, tetapi juga memberikan referensi penting bagi komunitas internasional terkait isu tata kelola AI," sebutnya.
Seorang pengunjung mencari tahu tentang robot AI di stan Schneider Electric dalam Konferensi AI Dunia (World AI Conference) 2024 di Shanghai, China timur, pada 6 Juli 2024. (Xinhua/Wang Xiang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tingkatkan pengalaman pengguna, Alibaba perbarui aplikasi AI andalannya Quark
Indonesia
•
15 Mar 2025

Filipina kirim ekspor pertama durian segar ke China
Indonesia
•
09 Apr 2023

Pertemuan Finance Track G20 dimulai, soroti tantangan pertumbuhan di negara berkembang
Indonesia
•
26 Feb 2025

Inflasi tahunan Turkiye tembus 75 persen pada Mei 2024
Indonesia
•
05 Jun 2024


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
