
Data iklim UE ungkap tahun 2025 berpotensi jadi salah satu tahun terpanas sepanjang sejarah

Anak-anak bermain air di sebuah lapangan di Kota Lyon, Prancis, pada 12 Agustus 2025. (Xinhua)
Tahun terpanas kedua sepanjang sejarah diperkirakan terjadi pada 2025, sejajar dengan tahun 2023, dengan suhu rata-rata global tercatat 1,48 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Tahun 2025 diperkirakan akan sejajar dengan tahun 2023 sebagai tahun terpanas kedua sepanjang sejarah, dengan November 2025 menempati peringkat ketiga sebagai November terpanas secara global, menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus (Copernicus Climate Change Service/C3S)."Tahun 2025 hampir pasti akan menjadi tahun terpanas kedua atau ketiga sepanjang sejarah," kata badan pemantau iklim Uni Eropa (UE) itu.Dari Januari hingga November 2025, suhu rata-rata global tercatat 1,48 derajat Celsius di atas tingkat praindustri, sama dengan tingkat yang tercatat untuk sepanjang tahun 2023, yang saat ini merupakan tahun terpanas kedua setelah tahun 2024, menurut C3S.Meskipun tahun 2025 sendiri kemungkinan tidak mencapai 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, suhu rata-rata global untuk 2023 hingga 2025 kemungkinan akan melampaui 1,5 derajat Celsius, menandai kali pertama periode tiga tahun melampaui angka itu sepanjang sejarah, kata layanan perubahan iklim tersebut.Pada November 2025 saja, suhu rata-rata udara permukaan global mencapai 14,02 derajat Celsius, hanya 0,2 derajat lebih sejuk dibandingkan catatan November 2023 dan 0,08 derajat lebih sejuk dibandingkan November 2024, sebut C3S."Pencapaian-pencapaian ini bukanlah hal yang abstrak, mereka mencerminkan percepatan laju perubahan iklim, dan satu-satunya cara untuk mengurangi kenaikan suhu di masa depan adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca secara cepat," kata Samantha Burgess, kepala strategi iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa.Suhu permukaan laut untuk November 2025 juga masih sangat tinggi di sepanjang garis lintang dari 60 derajat selatan hingga 60 derajat utara, yang tercatat mencapai 20,42 derajat Celsius. Ini menjadi suhu tertinggi keempat pada bulan November sepanjang sejarah.Luas es laut Arktik tercatat 12 persen di bawah rata-rata, yang merupakan level terendah kedua untuk catatan bulan November mana pun, sementara luas es laut Antarktika tercatat 7 persen di bawah rata-rata, yang merupakan level terendah keempat untuk bulan tersebut, ungkap C3S.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ahli bedah Turki pecahkan rekor dunia, pisahkan kembar siam dalam 9 jam
Indonesia
•
28 Jun 2022

Tim Hong Kong berupaya keras dalam pencarian dan penyelamatan di Turkiye
Indonesia
•
13 Feb 2023

Taiwan bangun portal informasi pemberdayaan imigran baru dalam 7 bahasa, termasuk Indonesia
Indonesia
•
18 Mar 2025

Survei: Tingkat merokok di Selandia Baru turun jadi 6,8 persen
Indonesia
•
20 Nov 2025


Berita Terbaru

Temu alumni program pelatihan China digelar di Jakarta, perkuat kerja sama Indonesia-China
Indonesia
•
13 Jun 2026

Ikon budaya pop asal China Labubu tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
•
13 Jun 2026

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

1,8 miliar orang di dunia kurang olahraga, WHO nilai china punya praktik yang efektif
Indonesia
•
12 Jun 2026
