
Sri Lanka dan IMF capai kesepakatan tingkat staf untuk pinjaman senilai 2,9 miliar dolar AS

Peter Breuer, yang memimpin tim Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), berbicara dalam konferensi pers di Kolombo, Sri Lanka, pada 1 September 2022. (Xinhua/Ajith Perera)
Sri Lanka menghadapi kekurangan mata uang asing yang menyebabkan kelangkaan berbagai suplai penting seperti bahan bakar, obat-obatan, dan bahkan produk makanan.
Kolombo, Sri Lanka (Xinhua) – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan otoritas Sri Lanka mencapai kesepakatan tingkat staf untuk mendukung kebijakan ekonomi Sri Lanka dengan pengaturan 48 bulan di bawah Fasilitas Dana yang Diperpanjang (Extended Fund Facility/EFF) senilai sekitar 2,9 miliar dolar AS, demikian disampaikan IMF di Kolombo pada Kamis (1/9).Dalam sebuah pernyataan, IMF mengatakan pengaturan EFF baru itu akan mendukung program Sri Lanka guna memulihkan stabilitas makroekonomi dan keberlanjutan utang, sembari menjaga stabilitas keuangan, mengurangi kerentanan korupsi, serta membuka potensi pertumbuhan Sri Lanka di tengah krisis ekonomi yang parah."Sri Lanka sedang menghadapi krisis akut. Kerentanan berkembang karena penyangga (buffer) eksternal yang tidak memadai dan dinamika utang publik yang tidak berkelanjutan," ungkap IMF.IMF menambahkan bahwa ekonomi negara itu diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 8,7 persen pada 2022 dan inflasi baru-baru ini menembus angka 60 persen. Dampaknya telah ditanggung secara tidak proporsional oleh masyarakat miskin dan rentan."Berdasarkan keadaan ini, program otoritas Sri Lanka, yang didukung oleh IMF, akan bertujuan untuk menstabilkan ekonomi, melindungi mata pencaharian rakyat Sri Lanka, dan mempersiapkan landasan bagi pemulihan ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif," papar IMF.Sri Lanka saat ini sedang mengalami salah satu krisis ekonomi terburuk. Negara tersebut menghadapi kekurangan mata uang asing yang menyebabkan kelangkaan berbagai suplai penting seperti bahan bakar, obat-obatan, dan bahkan produk makanan.*1 dolar AS = 14.884 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

ACFIC akan terus topang kepercayaan bisnis swasta China
Indonesia
•
06 Mar 2023

Pembangunan dan keamanan dipastikan dalam kebijakan industri China
Indonesia
•
12 Mar 2023

Rantai pasokan iPhone terganggu oleh ‘lockdown’ China
Indonesia
•
03 Nov 2022

Menkeu AS: Keterlibatan AS-China membawa kami "ke jalur yang tepat"
Indonesia
•
15 Nov 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
