
China mulai bangun CSNS fase II untuk bantu tingkatkan inovasi ilmiah dan teknologi

Foto dari udara yang diabadikan pada 18 Juli 2023 ini menunjukkan China Spallation Neutron Source (CSNS) di Dongguan, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Liu Dawei)
Spallation neutron source merupakan sebuah fasilitas ilmiah besar yang dijuluki sebagai ‘mikroskop super’, yang bertujuan untuk menyelidiki struktur dunia mikroskopis, guna membantu meningkatkan inovasi ilmiah dan teknologi.
Shenzhen, China (Xinhua) – China mulai memutakhirkan spallation neutron source, sebuah fasilitas ilmiah besar yang dijuluki sebagai ‘mikroskop super’, untuk menyelidiki struktur dunia mikroskopis, guna membantu meningkatkan inovasi ilmiah dan teknologi.Pembangunan fase II dari China Spallation Neutron Source (CSNS), fasilitas penelitian pertama di negara itu yang menyediakan sinar neutron berdenyut paling intens untuk penelitian ilmiah, diluncurkan di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong, China selatan, pada Sabtu (30/3).Proyek CSNS fase II tersebut mencakup pembangunan 11 instrumen neutron baru, terminal eksperimental, dan laboratorium pengguna. Selain itu, daya sinar proton dari sumber, yang merupakan salah satu indikator kinerja utama fasilitas ini, diperkirakan akan meningkat dari 100 kW menjadi 500 kW, kata Wang Sheng, wakil direktur di Institut Fisika Energi Tinggi (Institute of High Energy Physics/IHEP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), sekaligus direktur umum proyek ini.Menurut Wang, pembangunan CSNS fase II diperkirakan akan memakan waktu lima tahun sembilan bulan."Setelah fase II rampung, CSNS dapat menghasilkan lebih banyak neutron pada saat yang sama, yang berarti waktu eksperimen dapat dipersingkat, dan resolusi eksperimen dapat ditingkatkan, sehingga memungkinkan pengukuran sampel yang lebih kecil dan mempelajari proses dinamis yang lebih cepat," kata Wang.Usai rampungnya fase II, lingkup aplikasi dan kemampuan CSNS akan secara substansial ditingkatkan dan jumlah eksperimen juga akan meningkat secara signifikan untuk membantu penelitian ilmiah mutakhir dan pengembangan ekonomi, imbuh Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan temukan ‘Korus Luar Angkasa’ jauh dari Bumi
Indonesia
•
24 Jan 2025

BRIN identifikasi 13 ‘geosite’ di Kebumen, Jawa Tengah, siap diajukan sebagai ‘geopark’ global UNESCO
Indonesia
•
01 Aug 2024

Tim ilmuwan pantau radiasi Matahari permukaan menggunakan pengindraan jauh pada satelit
Indonesia
•
06 Apr 2025

China capai terobosan dalam produksi listrik tenaga panas laut
Indonesia
•
14 Sep 2023


Berita Terbaru

Peneliti Spanyol gunakan ‘drone’ dan AI untuk identifikasi gandum yang tahan terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
01 May 2026

Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih
Indonesia
•
30 Apr 2026

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026
