
Jepang alami Juli terpanas dalam sejarahnya

Orang-orang melintas di sebuah jalan di Tokyo, Jepang, pada 4 Juli 2024. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Sistem tekanan tinggi Pasifik yang kuat mendominasi sepanjang bulan Juli, menyebabkan Jepang bagian timur dan barat, serta wilayah Okinawa dan Amami, diselimuti massa udara hangat.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Badan pengamatan cuaca Jepang pada Kamis (1/8) mengungkapkan bahwa bulan lalu merupakan Juli terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1898.Rata-rata suhu nasional pada Juli tercatat 2,16 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata pembanding yang dihitung dari tahun 1991 hingga 2020, menandai rekor tertinggi dalam lebih dari 120 tahun terakhir, menurut Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA).Ini menjadi tahun kedua berturut-turut Jepang memecahkan rekor untuk rata-rata suhu pada bulan Juli.Laporan JMA mengindikasikan bahwa sistem tekanan tinggi Pasifik yang kuat mendominasi sepanjang bulan Juli. Fenomena ini menyebabkan Jepang bagian timur dan barat, serta wilayah Okinawa dan Amami, diselimuti massa udara hangat.
Orang-orang melintas di sebuah jalan di Tokyo, Jepang, pada 4 Juli 2024. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Al Ghozy Muslimah Center gelar kajian Al-Qur’an untuk menjadi Muslimah terbaik
Indonesia
•
12 Jan 2026

Panda raksasa kelahiran Jepang yang kembali ke China tampil di hadapan publik untuk kali pertama
Indonesia
•
11 Oct 2023

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

LSPR dorong kalangan muda peduli bencana melalui program Kampus Merdeka
Indonesia
•
12 Nov 2021


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
