Ilmuwan kembangkan sistem penglihatan dengan kemampuan AI yang terinspirasi dari mata serangga

Ilustrasi grafis ini menunjukkan spesies serangga yang baru ditemukan, 'Eidoreus haizhuensis'. (Xinhua)
Sistem penglihatan bionik ringkas yang terinspirasi dari mata serangga mampu menghasilkan pencitraan beresolusi tinggi setingkat megapiksel, berwarna, dan dengan bidang ultralebar.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti baru-baru ini membuat terobosan besar di bidang penglihatan bionik, membuka jalan bagi pengamatan mikroskopis dan pengembangan instrumen canggih.Penelitian yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Shanghai untuk Bidang Sains dan Teknologi dan Universitas Duke di Amerika Serikat (AS) ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Kamis (22/5).Terinspirasi dari mata majemuk serangga, para ilmuwan sebelumnya telah mengembangkan berbagai sistem pencitraan menggunakan susunan mikrolensa dan sensor, untuk mencapai aplikasi awal.Namun demikian, sistem mata majemuk bionik tradisional sudah lama menghadapi keterbatasan akibat struktur tiga dimensi (3D) yang kompleks dan resolusi spasial yang terbatas, sehingga menghasilkan pencitraan yang buram."Kami bertekad untuk membuat sistem penglihatan bionik tidak hanya dapat 'melihat' dunia, tetapi juga 'melihat dengan jelas' dan 'memahaminya,'" ujar Zhang Dawei, seorang profesor di Universitas Shanghai untuk Bidang Sains dan Teknologi sekaligus pemimpin tim penelitian itu.Terobosan inovatif ini berasal dari studi bionik mendalam mengenai karakteristik struktural dan mekanisme pemrosesan informasi dari mata majemuk artropoda.Serangga mengandalkan ratusan atau ribuan unit visual kecil yang bekerja bersama untuk secara instan merespons lingkungan yang kompleks. Meniru hal ini, tim itu mengembangkan sistem penglihatan bionik ringkas berukuran 0,8 sentimeter kubik yang mampu menghasilkan pencitraan beresolusi tinggi setingkat megapiksel, berwarna, dan dengan bidang ultralebar (165°×360°).Dengan pembelajaran mendalam (deep learning), tim itu membangun model pemrosesan visual multilevel yang melakukan tugas-tugas seperti rekonstruksi gambar panorama definisi tinggi, pemosisian multitarget bidang lebar, pengenalan objek, pelacakan multitarget, dan pelacakan 3D.Kemajuan ini memungkinkan penglihatan bionik untuk benar-benar "melihat dengan jelas dan memahami," sehingga dapat mengatasi keterbatasan tradisional.Zhuang Songlin, seorang akademisi di Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering), mengatakan bahwa penelitian ini menjadi contoh inovasi interdisipliner dengan menggabungkan ilmu bionik dengan AI.Tim tersebut kini tengah menyempurnakan struktur mata majemuk bionik itu, dengan fokus pada aplikasi pada platform mikro nirawak, instrumen inspeksi endoskopi, dan peralatan canggih lainnya.Pencapaian ini tidak hanya memajukan instrumen ilmiah berbasis AI, tetapi juga mendukung kemajuan dalam diagnosis medis, pemantauan lingkungan, dan keamanan cerdas, yang menunjukkan potensi besar dari penelitian fundamental hingga aplikasi industri.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Web3 dan metaverse hadir di pameran teknologi dunia 2023 di Las Vegas
Indonesia
•
07 Jan 2023

China sebut sisa-sisa pendorong roket Long March-5B jatuh ke Laut Filipina
Indonesia
•
31 Jul 2022

China luncurkan alat pintar untuk pahami bahasa kuno
Indonesia
•
19 Dec 2023

Peneliti China kembangkan model kualitas udara canggih untuk simulasi polusi
Indonesia
•
24 Dec 2025
Berita Terbaru

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026
