SESERA tawarkan solusi pemurnian air untuk sehari-hari hingga kondisi bencana

Axton Chandra, distributor SESERA untuk Indonesia, menyampaikan keterangan kepada pers, Jumat (2/10/2026). (Foto: Istimewa)

Jakarta (Indonesia Window) — Bayangkan suatu hari air dari keran tiba-tiba berhenti mengalir. Listrik padam, pasokan air terganggu, atau kondisi darurat membuat akses terhadap air bersih menjadi sulit.

Dalam situasi seperti itu, perangkat yang biasanya digunakan sehari-hari bisa berubah menjadi salah satu perlengkapan penting untuk menghadapi keadaan darurat.

Konsep inilah yang coba ditawarkan SESERA, pemurni air asal Jepang yang dirancang dengan pendekatan phase-free—perangkat yang digunakan dalam kehidupan normal, tetapi tetap dapat dimanfaatkan ketika terjadi bencana atau gangguan pasokan air.

“Produk ini mengusung konsep phase-free, yakni peralatan yang digunakan dalam kehidupan normal sekaligus dapat dimanfaatkan ketika terjadi bencana,” kata Axton Chandra, distributor SESERA untuk Indonesia, kepada pers, Jumat (2/10).

Konsep tersebut membuat SESERA tidak diposisikan semata-mata sebagai perangkat untuk keadaan darurat. Justru, kebiasaan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari diharapkan membuat pengguna lebih familiar ketika harus mengoperasikannya dalam situasi yang tidak normal.

Salah satu persoalan dalam kesiapsiagaan bencana adalah banyak perlengkapan darurat baru digunakan ketika kondisi sudah terjadi. Akibatnya, pengguna belum tentu terbiasa mengoperasikannya.

SESERA mencoba mengambil pendekatan berbeda.

Perangkat ini dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan tidak membutuhkan listrik maupun perawatan khusus. Ketika pasokan air melalui keran tidak tersedia, pompa injak dapat digunakan untuk membantu pengoperasian dalam kondisi darurat.

Air yang telah melalui proses pemurnian SESERA dapat digunakan sebagai air minum sesuai ketentuan penggunaan dan sumber air yang direkomendasikan produsen.

“Kebiasaan menggunakannya sehari-hari juga diharapkan memudahkan pengguna mengoperasikan perangkat saat kondisi darurat,” ujar Axton.

Pendekatan tersebut menjadikan kebutuhan sehari-hari dan kesiapsiagaan bencana berada dalam satu perangkat.

Bagi keluarga, misalnya, perangkat pemurni air bukan hanya dipandang sebagai perlengkapan tambahan ketika terjadi bencana. Ia dapat digunakan dalam rutinitas sehari-hari, sehingga fungsi kesiapsiagaannya tetap melekat tanpa harus menunggu keadaan darurat.

SESERA raih Good Design Award

SESERA dikembangkan di Jepang dan telah memperoleh Good Design Award 2021. Produk tersebut juga tercatat sebagai salah satu selected entries dalam Phase Free Award 2022.

Untuk model standar SYKM5S, perangkat memiliki ukuran 145 × 145 × 355 milimeter dengan berat sekitar 3 kilogram, termasuk kartrid.

Ukurannya yang relatif ringkas membuat SESERA dapat dipertimbangkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga hingga tempat usaha.

Untuk penggunaan normal, produsen mengarahkan pengguna menggunakan air yang memenuhi standar kualitas air keran. Sementara itu, penggunaan sumber air lain dalam kondisi darurat harus mengikuti petunjuk serta batasan yang ditetapkan produsen.

Dengan kata lain, kesiapsiagaan tetap perlu dibarengi pemahaman mengenai sumber air dan cara penggunaan perangkat yang tepat.

Restoran di Jepang juga menggunakannya

Penggunaan SESERA di Jepang tidak terbatas pada rumah tangga.

Menurut Axton, sejumlah restoran di Tokyo, Hyogo, Tochigi, dan Gunma tercatat menjadi lokasi pengguna SESERA.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi untuk memperkenalkan konsep serupa di Indonesia, terutama karena kebutuhan air bersih tidak hanya berkaitan dengan konsumsi rumah tangga, tetapi juga aktivitas bisnis.

Di Indonesia, Axton menyebut beberapa restoran dan perumahan telah memanfaatkan SESERA.

Menurutnya, penggunaan air yang telah melalui proses penyaringan dapat mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mencuci bahan makanan.

“Bahan makanan kini dicuci menggunakan air yang terfilter dengan baik, sehingga lebih bersih, makanan jadi lebih enak dan mendukung gaya hidup yang lebih sehat dibandingkan sebelumnya,” kata Axton.

Klaim mengenai manfaat tersebut tentu perlu dilihat sesuai kualitas sumber air, sistem pemurnian, dan cara penggunaan perangkat. Namun, bagi pelaku usaha makanan, kualitas air memang menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Water security

Untuk pasar Indonesia, SESERA ingin membawa konsep yang lebih luas: water security atau ketahanan pasokan air.

Gagasannya sederhana. Akses terhadap air bersih bukan hanya persoalan konsumsi hari ini, tetapi juga bagaimana rumah tangga maupun organisasi tetap memiliki pilihan ketika terjadi gangguan pasokan.

“Nilai yang ditawarkan mencakup kebutuhan sehari-hari sekaligus persiapan ketika pasokan air terganggu. Terutama di daerah-daerah pasokan air bersih mungkin tidaklah mudah,” ujar Axton.

Pendekatan ini juga membuat SESERA memiliki potensi pasar yang lebih luas. Selain rumah tangga, kelompok pengguna yang dibidik mencakup villa, resor, hotel, restoran, sekolah, klinik, kantor hingga pabrik.

Untuk perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, konsep tersebut bahkan diarahkan pada isu kesiapsiagaan bencana dan business continuity plan (BCP).

Dalam konteks ini, perangkat pemurnian air bukan sekadar perlengkapan rumah tangga, melainkan salah satu bagian dari strategi persiapan menghadapi gangguan operasional.

Hemat hingga Rp5 juta setahun

Selain aspek kesiapsiagaan, SESERA juga ditawarkan dengan pertimbangan ekonomi.

Axton menyebut penggunaan SESERA dibandingkan pembelian air kemasan berpotensi memberikan penghematan biaya hingga sedikitnya Rp5 juta per tahun untuk satu keluarga.

Namun, angka tersebut tidak dapat dipukul rata untuk semua rumah tangga.

Perhitungan biaya jangka panjang perlu mempertimbangkan harga perangkat, biaya penggantian kartrid, volume konsumsi air, harga air kemasan yang biasanya dibeli, serta kualitas air sumber.

Dengan demikian, calon pengguna dapat membandingkan biaya secara lebih transparan dan mengetahui apakah penggunaan SESERA memang memberikan efisiensi sesuai kondisi masing-masing.

Justru di sinilah pendekatan penggunaan sehari-hari menjadi penting: semakin jelas pola konsumsi air sebuah keluarga atau usaha, semakin mudah pula menghitung potensi efisiensinya.

Untuk memperkenalkan pengalaman penggunaan secara lebih nyata, Axton mengungkapkan gagasan untuk melakukan uji coba SESERA oleh 20 keluarga selama 30 hari.

Program tersebut, menurutnya, masih berupa usulan dan belum menjadi kegiatan yang terlaksana.

Jika direalisasikan, program ini dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai pengalaman pengguna, mulai dari kemudahan pengoperasian, kebutuhan perawatan, pengeluaran selama penggunaan, hingga berbagai keterbatasan yang mungkin ditemui.

Pendekatan semacam ini juga dapat membantu calon konsumen melihat SESERA bukan hanya dari spesifikasi teknis, tetapi dari pengalaman penggunaan sehari-hari.

Tersedia di Jakarta dan Tangerang

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh produk tersebut, SESERA saat ini disebut telah tersedia di Electronic City SCBD, PIK, dan Karawaci Tangerang.

Dengan konsep phase-free, SESERA mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus: bagaimana mendapatkan air yang dapat digunakan sehari-hari dan bagaimana tetap bersiap ketika pasokan air terganggu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait