
Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/6) melancarkan serangan udara terhadap lokasi penyimpanan rudal dan drone milik Iran serta instalasi radar pantai Iran, menyebut operasi tersebut sebagai "respons kuat" terhadap dugaan serangan drone Iran terhadap sebuah kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya, menurut Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.
Serangan drone Iran terhadap pelayaran niaga di selat tersebut "jelas melanggar gencatan senjata" dan "merusak kebebasan navigasi ketika arus perdagangan semakin banyak melewati koridor perdagangan internasional yang vital itu," kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di X.
Komando itu berjanji untuk "terus memberikan koordinasi dan dukungan jalur aman bagi kapal-kapal niaga yang melintasi selat tersebut," sembari tetap "hadir dan waspada" guna memastikan kesepakatan damai AS-Iran yang baru ditandatangani "dipatuhi dan berlaku sepenuhnya."
Sebelumnya pada Jumat yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran meluncurkan setidaknya empat drone serang satu arah ke kapal kargo pada Kamis (25/6).
Salah satu drone "menghantam tepat sasaran" di dek atas kapal sehingga menyebabkan kerusakan, tetapi kapal itu tetap dapat melanjutkan pelayarannya, kata Trump, seraya menambahkan bahwa tiga drone lainnya ditembak jatuh oleh pasukan AS.
Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) AS-Iran yang baru ditandatangani menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang. MoU juga mengharuskan Iran untuk mengizinkan kapal-kapal niaga lewat tanpa dikenai biaya selama 60 hari.
Data pelayaran terbaru menunjukkan pemulihan parsial pada lalu lintas yang melintasi selat itu setelah penandatanganan MoU tersebut, meskipun arus saat ini masih jauh di bawah tingkat sebelum perang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

IMO peringatkan kapal jangan melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan
Indonesia
•
10 Jun 2026

China tangkap 880 lebih buronan yang kabur ke luar negeri dalam operasi pemberantasan kejahatan ekonomi
Indonesia
•
20 May 2026

China rilis buku putih tentang pencegahan, pengendalian, dan penelusuran asal-usul COVID-19
Indonesia
•
01 May 2025

COVID-19 – Kuwait peringatkan warganya tunda perjalanan karena kenaikan global kasus
Indonesia
•
02 Jan 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
