Sektor manufaktur China berkontribusi terhadap stabilisasi rantai pasokan global

Sektor manufaktur China
Seorang staf menjelaskan tentang sejumlah komponen mesin pesawat terbang dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia (World Manufacturing Convention) 2022 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 20 September 2022. (Xinhua/Zhou Mu)
Advertiser Popin

Sektor manufaktur China turut menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global, sehingga merupakan jaminan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi dunia, dan melayani kepentingan bersama semua pihak.

 

Hefei, China (Xinhua) – Di antara produk-produk yang dipamerkan dalam ajang Konvensi Manufaktur Dunia (World Manufacturing Convention) 2022 yang sedang berlangsung, sebuah helikopter nirawak merah menarik perhatian banyak pengunjung.

Konvensi tersebut dibuka pada Selasa (20/9) di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur. Acara ini menyoroti berbagai produk, teknologi, dan aplikasi terbaru di sektor manufaktur. Mengusung tema ‘Menciptakan dunia yang indah melalui manufaktur’, konvensi yang berlangsung selama empat hari ini menampilkan hampir 40 acara, termasuk pameran dan seminar.

“Helikopter nirawak ini memiliki bobot lepas landas maksimum 600 kilogram dan kecepatan jelajah 120 kilometer per jam,” kata Yan Jinliang dari Anhui Yingliu Group, pabrikan helikopter tersebut. “Ini dirancang untuk melakukan beragam misi seperti pengiriman barang di medan yang kompleks, pengendalian kebakaran hutan, dan patroli saluran listrik.”

Selain memproduksi mesin pesawat, perusahaan tersebut juga memproduksi katup, impeller, drilling diverter, dan berbagai komponen utama lainnya yang digunakan dalam peralatan kelas atas untuk mesin kelautan, pengeboran minyak dan gas, pertambangan, dan transportasi.

“Produk komponen utama kami telah dijual ke lebih dari 100 pelanggan di hampir 40 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Belanda, dengan nilai ekspor sekitar 1,5 miliar yuan per tahun,” kata Yan. Angka tersebut setara dengan 215,7 juta dolar AS.

Sektor manufaktur China
Staf Yingliu Group mempersiapkan satu set peralatan pameran di Konvensi Manufaktur Dunia (World Manufacturing Convention) 2022 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 20 September 2022. (Xinhua/Zhang Duan)

Sektor manufaktur China turut menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global, yang merupakan merupakan jaminan penting untuk mendorong perkembangan ekonomi dunia, dan juga melayani kepentingan bersama semua pihak.

China mengambil berbagai tindakan nyata untuk memperdalam kerja sama internasional dalam rantai industri dan pasokan serta memastikan bahwa orang-orang dari semua negara berbagi hasil pembangunan.

CRRC Puzhen Alstom Transportation Systems Limited membawa kereta monorel tipe straddle otonomos buatannya ke ajang Konvensi Manufaktur Dunia.

Ribuan kilometer dari konvensi tersebut, kereta monorel yang sama sedang menjalani uji coba di Pink Line di ibu kota Thailand, Bangkok, dan diharapkan akan beroperasi tahun depan. Pada 2017, perusahaan tersebut menandatangani kontrak dengan Bangkok untuk menyediakan 288 gerbong kereta monorel untuk Yellow Line dan Pink Line. Kereta monorel tersebut dirancang dengan teknologi otonomos.

“Dibandingkan dengan kereta bawah tanah, monorel lebih tidak bising, lebih mudah beradaptasi, dan lebih murah untuk dibangun. Biaya konstruksinya hanya sepertiga dari kereta bawah tanah,” kata Xu Haida, presiden perusahaan, seraya menambahkan bahwa monorel dapat secara signifikan mengurangi tekanan lalu lintas kota tersebut dengan cara yang ramah lingkungan.

Didirikan pada 2014, perusahaan ini memiliki kapasitas produksi tahunan 200 monorel tipe straddle dan 100 automated people mover (APM). Produknya diekspor ke negara-negara seperti Thailand, Mesir, Brasil, dan Singapura.

“Ekonomi dunia menghadapi risiko penurunan dan ketidakpastian yang lebih besar. Menyelenggarakan Konvensi Manufaktur Dunia pada saat kritis ini akan menyediakan platform bagi ekonomi dunia untuk memperdalam pertukaran dan mengejar kerja sama,” kata Christian Wulff, ketua global untuk Global Alliance of SMEs, via video pada upacara pembukaan konvensi.

Lebih dari 640 perusahaan memamerkan produk-produknya di konvensi tersebut, dan 568 proyek dengan total investasi 367,7 miliar yuan diperkirakan akan ditandatangani selama acara tersebut, menurut pihak penyelenggara.

*1 yuan = 2.126 rupiah

**1 dolar AS = 15.011 rupiah

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here