
Satu kematian akibat hantavirus terkonfirmasi di kapal pesiar di Samudra Atlantik

Foto yang diabadikan pada 21 Mei 2023 ini menunjukkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan latar belakang kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Lian Yi)
Hantavirus dapat menular antarmanusia dan dapat mengakibatkan penyakit pernapasan berat, sehingga memerlukan pemantauan pasien, dukungan, serta respons yang cermat.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Ahad (3/5) malam waktu setempat mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik, dengan sedikitnya satu di antaranya terkonfirmasi meninggal akibat hantavirus.
Dalam sebuah pernyataan kepada Xinhua, WHO mengungkapkan pihaknya tengah mendukung penanganan kejadian kesehatan masyarakat yang melibatkan sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik. Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus terkonfirmasi melalui uji laboratorium, dan terdapat lima kasus dugaan tambahan. Tiga dari enam individu yang terpapar telah meninggal dunia, sementara satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan (Afsel).
Badan dunia tersebut menyatakan penyelidikan mendetail masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan dan investigasi epidemiologis. Perawatan medis serta dukungan tengah diberikan kepada penumpang dan awak kapal. Proses pengurutan genom virus tersebut juga masih berlangsung, imbuh pernyataan itu.
Infeksi hantavirus umumnya terkait dengan paparan lingkungan (terpapar urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi). Meskipun langka, hantavirus dapat menular antarmanusia dan dapat mengakibatkan penyakit pernapasan berat, sehingga memerlukan pemantauan pasien, dukungan, serta respons yang cermat.
WHO memfasilitasi koordinasi antara negara-negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis terhadap dua penumpang yang bergejala, serta melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan memberikan dukungan bagi penumpang lainnya di atas kapal.
Menurut laporan sebelumnya, Departemen Kesehatan Nasional Afsel mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat infeksi pernapasan akut di atas kapal pesiar yang dikenal sebagai MV Hondius di Samudra Atlantik.
Laporan sebelumnya menyebutkan MV Hondius tengah berlayar dari Ushuaia di Argentina menuju Tanjung Verde ketika mengalami kasus "penyakit pernapasan akut berat," yang mengakibatkan meninggalnya sepasang lansia serta satu orang lainnya yang sedang menjalani perawatan di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afsel.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jajak pendapat: 4 dari 5 pemilih khawatir AS akan makin tak terkendali usai insiden penembakan Trump
Indonesia
•
17 Jul 2024

China desak Korsel tangani dan kelola isu THAAD dengan baik
Indonesia
•
14 Jan 2023

CENTCOM AS: Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln sedang dikerahkan ke Timur Tengah
Indonesia
•
27 Jan 2026

Serangan ‘drone’ Israel hantam sebuah klinik di Gaza saat vaksinasi polio, 3 anak luka-luka
Indonesia
•
03 Nov 2024


Berita Terbaru

Krisis Afrika Timur memburuk, 40,5 juta orang kini terancam kelaparan
Indonesia
•
16 Jul 2026

Serangan AS ke Iran tewaskan 35 orang, ratusan lainnya terluka
Indonesia
•
16 Jul 2026

Alarm flu burung H5N1 di Selandia Baru, virus diperkirakan jadi endemik dalam hitungan bulan
Indonesia
•
16 Jul 2026

AS setujui penjualan senjata Rp35,4 Ttriliun kepada Arab Saudi di tengah memanasnya Timur Tengah
Indonesia
•
16 Jul 2026
