
China buka penawaran publik untuk proyek satelit pengindraan jauh Bulan

Foto yang diabadikan dan dikirimkan kembali ke Bumi secara otonomos oleh wahana penjelajah (rover) mini yang dilepaskan dari kombinasi pendarat (lander)-pendaki (ascender) wahana Chang'e-6 ini menunjukkan wahana kombinasi tersebut saat berada di permukaan Bulan pada 3 Juni 2024. (Xinhua/Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Satelit pengindraan jauh Bulan terutama mengumpulkan informasi topografi dan geologi presisi tinggi di wilayah lintang rendah Bulan, serta data tentang persebaran sumber daya mineral utama dan mineral ikonik, yang mendukung pendaratan berawak pertama China di Bulan dan misi-misi selanjutnya.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Jumat (14/2) mengumumkan undangan terbuka bagi perusahaan dan lembaga dalam negeri untuk mengajukan penawaran pada proyek satelit pengindraan jauh Bulan.Satelit pengindraan jauh Bulan terutama mengumpulkan informasi topografi dan geologi presisi tinggi di wilayah lintang rendah Bulan, serta data tentang persebaran sumber daya mineral utama dan mineral ikonik, yang mendukung pendaratan berawak pertama China di Bulan dan misi-misi selanjutnya, menurut CMSA.CMSA menekankan bahwa proses penawaran terbuka ini bertujuan untuk "mengintegrasikan sumber daya masyarakat yang berkualitas tinggi" dan "memaksimalkan efisiensi teknik."
Seorang peneliti menunjukkan sampel Bulan yang diambil oleh misi Chang'e-6 di laboratorium sampel Bulan di Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Beijing, ibu kota China, pada 24 September 2024. (Xinhua/Jin Liwang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harimau Siberia yang terancam punah terdeteksi di China timur laut
Indonesia
•
20 Jan 2024

Studi baru suguhkan wawasan tentang evolusi manusia purba di Asia Timur
Indonesia
•
07 Apr 2025

Spesies tokek baru ditemukan di cagar alam Kamboja
Indonesia
•
25 Feb 2026

Tim arkeolog temukan bengkel pembuatan tembikar kuno di Shaanxi, China
Indonesia
•
19 Jan 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
