
China desak AS cabut semua sanksi sepihak terhadap Suriah

Para petugas penyelamat berupaya mencari penyintas di antara puing-puing sebuah bangunan yang hancur di kawasan permukiman Bustan al-Basha di Kota Aleppo, Suriah utara, pada 8 Februari 2023. Gempa bumi dahsyat pada Senin (6/2) menewaskan 3.480 orang dan melukai 3.000 lainnya di Suriah, menurut laporan sebuah badan pemantau perang pada Rabu (8/2). (Xinhua/Str)
Sanksi sepihak terhadap Suriah oleh pihak AS secara langsung telah menghambat upaya penyelamatan dalam 72 jam pertama di negara tersebut pasca diguncang gempa bermagnitudo 7,8 pada Senin (6/2) pekan lalu, yang membuat dampak bencana menjadi semakin parah.
Beijing, China (Xinhua) – Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Senin (13/2) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera mencabut semua sanksi sepihak ilegal terhadap Suriah dan berhenti menciptakan bencana kemanusiaan.Menurut sejumlah laporan media, AS baru-baru ini mengumumkan akan memberikan pembebasan sanksi selama enam bulan bagi Suriah, yang terbatas pada pemberian izin transaksi tertentu untuk upaya pemulihan pascagempa mematikan mengguncang Suriah dan Turkiye sepekan lalu."Pemerintah AS harus segera mencabut sanksi sepihak terhadap Suriah, alih-alih membuat pertunjukan politik 'bantuan sementara'," kata Juru Bicara Kemenlu China Wang Wenbin dalam jumpa pers harian sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait.Wang mengatakan AS telah secara konsisten memberlakukan intervensi militer dan sanksi ilegal terhadap Suriah selama bertahun-tahun, yang telah memperburuk krisis ekonomi dan penghidupan masyarakat di Suriah, serta secara signifikan melemahkan kemampuan Suriah dalam mengatasi bencana.Pascagempa, sanksi ilegal yang dijatuhkan oleh pihak AS secara langsung telah menghambat upaya penyelamatan dalam 72 jam pertama di Suriah, yang membuat dampak bencana menjadi semakin parah. Seperti apa yang dikatakan sejumlah warga Suriah, bagi AS, semua ini hanya tentang politik, bukan kemanusiaan, tambah Wang."Kami mendesak pihak AS untuk mengesampingkan kalkulasi geopolitik, dengan segera mencabut semua sanksi ilegal terhadap Suriah dan berhenti dengan sengaja menciptakan bencana kemanusiaan," lanjut Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Legenda bola basket kelahiran Kongo Dikembe Mutombo wafat di usia 58 tahun
Indonesia
•
01 Oct 2024

Akademisi: Pemanfaatan AI untuk kepentingan pemasaran, sebuah keniscayaan
Indonesia
•
01 May 2024

Mata pelajaran bahasa Mandarin kian populer di Timur Jauh Rusia
Indonesia
•
04 Dec 2022

Washington Post: Sistem sekolah berasrama suku Indian yang dioperasikan AS hancurkan keluarga dan suku-suku
Indonesia
•
10 Aug 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
