
Ribuan senjata api yang disita militer Meksiko berasal dari produsen AS

Sejumlah senjata api yang disita diperlihatkan sebelum dihancurkan pada sebuah upacara di Mexico City pada 2 September 2016. Sekitar 8.000 senjata api, sebagian besar dikirim secara ilegal dari Amerika Serikat, dihancurkan pada hari itu. (Xinhua)
Produsen senjata api AS bertanggung jawa atas 90 persen dari semua senjata api yang ditemukan di Meksiko, dan bahwa sebanyak 597.000 senjata api yang diselundupkan melewati perbatasan kedua negara itu setiap tahun sebagian besar berasal dari AS.
New York City, AS (Xinhua) – Pada 30 September lalu, seorang hakim federal menolak sebuah tuntutan hukum terobosan terhadap industri senjata api Amerika Serikat (AS) yang diajukan oleh pemerintah Meksiko.Tuntutan itu mengemukakan sebuah argumen bahwa produsen senjata api utama AS telah secara sadar memfasilitasi lebih dari satu dekade kekerasan kartel mematikan di perbatasan bagian selatan, menurut laporan The Trace pada Kamis (20/10)."Mereka telah melakukan ini, menurut pihak Meksiko, dengan memasarkan berbagai senjata api lewat cara yang menarik para kriminal dan menutup mata terhadap pengalihan senjata itu ke rute perdagangan," kata outlet jurnalisme nirlaba Amerika yang khusus mengangkat berita terkait senjata api di AS itu.Sampai saat ini, data yang mendasari pernyataan dramatis Meksiko tersebut – bahwa sebanyak 90 persen dari semua senjata api yang ditemukan di Meksiko berasal dari AS dan bahwa sebanyak 597.000 senjata api yang diselundupkan melewati perbatasan kedua negara setiap tahun sebagian besar berasal dari produsen senjata AS – hanya dibagikan dalam bentuk agregat oleh Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF), menurut laporan itu.Data yang diperoleh dari Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko memberikan sebuah gambaran rinci tentang sejumlah produsen tertentu yang memproduksi senjata api yang biasa digunakan dalam kekerasan kartel, ungkap laporan itu."Data tersebut merinci setiap senjata api yang disita oleh militer Meksiko antara 2010 hingga Mei 2020, yakni hampir 125.000 senjata api, termasuk senapan mesin, peluncur granat, serta puluhan ribu pistol dan senjata api laras panjang," katanya."Secara keseluruhan, data tersebut menceritakan sebuah kisah yang mengerikan tentang keterlibatan produsen senjata api AS yang ikonik dalam satu dekade pertumpahan darah di Meksiko," imbuh laporan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Taiwan perketat karantina di tengah ketakutan varian mutan
Indonesia
•
26 Nov 2021

Haji1444 – Jamaah Malaysia dan Bangladesh pertama tiba di Tanah Suci
Indonesia
•
22 May 2023

Feature – Krisis listrik ancam nyawa pasien di Kuba, rumah sakit kesulitan layani operasi dan ICU
Indonesia
•
21 Jul 2026

Kejaksaan Korsel akan limpahkan kasus darurat militer Yoon ke Kantor Investigasi Korupsi
Indonesia
•
23 Dec 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
