
DK PBB adopsi resolusi serukan gencatan senjata sesegera mungkin di Gaza

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini menunjukkan pemandangan di luar markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Resolusi 2735 mencatat bahwa DK PBB menolak setiap upaya perubahan demografis atau teritorial di Jalur Gaza, termasuk tindakan apa pun yang mengurangi wilayah daerah kantong tersebut.
PBB (Xinhua) – Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (10/6) mengadopsi sebuah resolusi yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata secara komprehensif dalam tiga tahap untuk mengakhiri perang di Gaza.Diadopsi oleh mayoritas besar anggota DK PBB dengan 14 suara setuju dan Rusia abstain, Resolusi 2735 juga mendesak kedua belah pihak yang terlibat konflik untuk sepenuhnya mengimplementasikan ketentuan-ketentuan dalam proposal tersebut "tanpa penundaan dan tanpa syarat."Menurut resolusi tersebut, tahap pertama mencakup "gencatan senjata sesegera mungkin, secara penuh, dan menyeluruh dengan pembebasan para sandera termasuk perempuan, lansia, dan orang-orang yang terluka, pengembalian jasad beberapa sandera yang tewas, dan pertukaran sandera Palestina."Resolusi itu menyerukan penarikan pasukan Israel dari "daerah berpenduduk" di Gaza, kembalinya warga Palestina ke rumah dan lingkungan mereka di seluruh daerah kantong tersebut, termasuk di utara, serta distribusi bantuan kemanusiaan yang aman dan efektif dalam skala besar.Tahap kedua akan mengakhiri permusuhan secara permanen "dengan imbalan pembebasan semua sandera yang masih berada di Gaza, dan penarikan pasukan Israel secara penuh dari Gaza."Pada tahap ketiga, "rencana rekonstruksi multitahun besar-besaran untuk Gaza" akan dimulai dan jasad sandera yang tewas yang masih berada di Gaza akan dikembalikan ke Israel.
Sebuah perkemahan pro-Palestina terlihat di Australian National University (ANU) di Canberra, Australia, pada 27 Mei 2024. Para mahasiswa yang berunjuk rasa menolak mematuhi perintah untuk meninggalkan perkemahan pro-Palestina di ANU. Pihak ANU pada Senin (27/5) secara resmi memerintahkan para pengunjuk rasa untuk berkemas dan meninggalkan perkemahan di kampus utamanya di pinggiran utara Canberra, dengan alasan adanya kekhawatiran keamanan serius karena perkemahan tersebut menghalangi lokasi evakuasi darurat. Setelah memilih untuk menolak mematuhi perintah tersebut dan tetap bertahan di lokasi, para pengunjuk rasa pada Senin pagi waktu setempat membentuk barisan di tepi perkemahan, menurut media pemerintah Australian Broadcasting Corporation (ABC). (Xinhua/Chu Chen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kandidat Saudi: WTO butuh perbaikan manajemen dan kepemimpinan
Indonesia
•
18 Jul 2020

Sekjen PBB desak AS hentikan serangan udara terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik
Indonesia
•
02 Nov 2025

Usai teken MoU dengan AS, Iran buka Selat Hormuz dan gratiskan biaya kapal selama 60 hari
Indonesia
•
19 Jun 2026

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
