Replika digital tubuh manusia bantu prediksi penyakit dan personalisasi pengobatan

Tenaga kesehatan bekerja di sebuah rumah sakit di Barcelona, Spanyol, pada 22 Desember 2021. (Xinhua/Francisco Avia)

Barcelona, Spanyol (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah rumah sakit di Kota Barcelona, Spanyol, berencana mengembangkan kembaran digital manusia untuk memprediksi perkembangan penyakit dan mempersonalisasi perawatan, bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka, menurut pernyataan terbaru dari rumah sakit tersebut.

Dr. Manel Escobar, direktur klinis Radiologi Diagnostik di Rumah Sakit Vall d'Hebron, dalam sebuah wawancara dengan Xinhua pada Jumat (6/11) mengatakan bahwa para peneliti akan menggunakan komputer untuk membuat replika digital dari bagian tubuh manusia, khususnya dari seorang individu dengan kondisi medis tertentu, dan kemudian "menggunakan replika tersebut untuk menyimulasikan bagaimana penyakit itu dapat berkembang."

"Kami juga dapat menyimulasikan perawatan mana yang paling efektif bagi orang tersebut, dan bagaimana kondisi mereka akan berkembang dengan perawatan tersebut," ujar Escobar.

Replika digital organ, sistem, atau proses biologis dibuat menggunakan citra medis, data klinis, dan informasi genomik dari masing-masing pasien.

Menurut Escobar, teknologi tersebut dapat membantu dokter menangani berbagai penyakit bawaan dan kompleks, khususnya di bidang kardiologi, serta kondisi umum seperti migrain.

Proyek itu didanai sebesar 11,7 juta euro dari Dana Pembangunan Regional Eropa (European Regional Development Fund/ERDF).

*1 euro = 20.169 rupiah

Selama tiga tahun ke depan, para spesialis rumah sakit dan mitra teknologi akan mengembangkan model komputasi canggih untuk berbagai spesialisasi medis dan bedah, dengan tujuan mendekatkan teknologi tersebut ke praktik klinis.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait