
Angka kelahiran di Jepang turun jadi 350.000 pada H1 2024

Orang-orang menyambut perayaan Festival Obon di Tokyo, Jepang, pada 19 Juli 2024. Festival Obon merupakan tradisi berusia ratusan tahun yang merayakan dan menghormati kehidupan anggota keluarga dan teman yang telah meninggal. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Rendahnya angka kelahiran di Jepang berkaitan dengan menurunnya jumlah pernikahan di tengah pergeseran nilai-nilai.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Angka kelahiran bayi di Jepang pada paruh pertama (H1) 2024 menyusut ke rekor terendah, yakni sebanyak 350.074 bayi, sebut data pemerintah negara itu pada Jumat (30/8).Total kelahiran secara nasional, termasuk kelahiran warga negara asing, turun sebesar 20.978 atau 5,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, ungkap data awal Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang.Laju penurunan tersebut meningkat dari 3,6 persen yang tercatat pada periode sama tahun lalu.
Orang-orang melintas di sebuah jalan di Tokyo, Jepang, pada 4 Juli 2024. Jepang dilanda musim panas yang terik di berbagai wilayah, termasuk Tokyo dengan suhu yang melonjak di atas 35 derajat Celsius. Hal ini memicu peringatan sengatan panas pertama di tahun ini untuk wilayah Tokyo. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sisa-sisa 8.000 korban perang Nazi ditemukan di kuburan massal Polandia
Indonesia
•
14 Jul 2022

Penelitian tunjukkan Olimpiade tetap jadi acara olahraga paling populer
Indonesia
•
27 Oct 2022

Penumpang kereta di China diprediksi lampaui 3 miliar pada 2022
Indonesia
•
05 Jan 2022

Organisasi internasional: Upaya konservasi alam China menangkan "Piala Dunia"
Indonesia
•
13 Dec 2022


Berita Terbaru

Feature – Kuliah vokasi di China, jalan baru anak muda Indonesia menuju karier industri
Indonesia
•
01 Nov 2026

New York batasi ‘chatbot’ AI untuk anak di bawah 18 tahun, ini fitur yang dilarang
Indonesia
•
30 Oct 2026

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026
