Fokus Berita – Pernyataan Trump terkait Gaza tuai kritik luas di Eropa

Para pengungsi terlihat di dekat kamp pengungsi al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 28 Januari 2025. Mereka sedang melakukan perjalanan pulang ke rumah mereka di Jalur Gaza utara. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Relokasi penduduk sipil Palestina dari Gaza tidak hanya akan melanggar hukum internasional, tetapi juga akan menimbulkan penderitaan dan kebencian baru.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (4/2) terkait Jalur Gaza menuai kritik luas di Eropa, dengan para pejabat dan pakar Eropa menggarisbawahi pentingnya solusi dua negara.Trump pada Selasa menyebutkan bahwa AS akan mengambil alih kepemilikan Jalur Gaza dan membangunnya kembali setelah rakyat Palestina direlokasi ke tempat lain.Trump melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers gabungan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang berkunjung ke AS. Namun, dia tidak memberikan detail terkait cara pelaksanaan prosedur pemukiman kembali."Uni Eropa (UE) tetap berkomitmen kuat pada solusi dua negara, yang kami yakini sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang bagi rakyat Israel dan Palestina," kata seorang juru bicara (jubir) UE seperti dikutip media lokal. "Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina di masa depan," lanjut jubir itu.Menurut kantor kepresidenan Prancis, Elysee, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (5/2) mengadakan pembicaraan via telepon dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi. Mereka menekankan "setiap relokasi paksa penduduk Palestina di Gaza atau Tepi Barat tidak dapat diterima." Kedua kepala negara itu menambahkan bahwa relokasi paksa merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan penghalang bagi solusi dua negara.
Para pengungsi terlihat dalam perjalanan pulang di Gaza City pada 27 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Para pengungsi terlihat di dekat kamp pengungsi al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 27 Januari 2025. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka di Jalur Gaza utara. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Puluhan orang tewas saat mencari bantuan makanan di Gaza
Indonesia
•
20 Jul 2025

Media sebut tujuh kota besar di AS kehilangan separuh populasinya
Indonesia
•
14 Feb 2023

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Ramadhan di Gaza diselimuti kesedihan di tengah perjuangan bertahan hidup
Indonesia
•
26 Mar 2024
Berita Terbaru

Feature – Kisah dua mahasiswa Indonesia jajal kereta cepat, nikmati liburan Festival Musim Semi di China
Indonesia
•
07 Feb 2026

Kegiatan budaya Imlek China digelar perdana di Kantor Pusat ASEAN
Indonesia
•
07 Feb 2026

Feature – Lansia di China nikmati masa pensiun dengan jadi ‘content creator’
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026
