
Relawan MER-C kembali ke Tanah Air usai bertugas di Jalur Gaza

Asap mengepul pascaserangan Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Mei 2024. Tank-tank Israel pada Selasa (14/5) bergerak menuju pusat kota Rafah, yang terletak di ujung selatan Jalur Gaza, saat puluhan ribu warga melarikan diri untuk menghindari serangan darat Israel, seperti dilaporkan sumber setempat. (Xinhua/Khaled Omar)
Relawan MER-C yang tertahan di Rafah akibat serangan darat Israel akhirnya bisa keluar melalui pintu perbatasan Karem Shalom bersama konvoi WHO-UNOCHA, dan kini telah berada di Tanah Air.
Jakarta (Indonesia Window) – Berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) dan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/UNOCHA), tim ke-3 EMT (Emergency Medical Teams) MER-C yang tertahan di Rafah akibat serangan darat Israel akhirnya bisa keluar.Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (24/5), MER-C menyatakan, relawan pertama berhasil keluar dari Jalur Gaza pada Selasa (21/5) pukul 22.15 waktu Amman, Yordania, dan telah tiba di Tanah Air pada Jumat (24/5).Selanjutnya, satu relawan lagi berhasil keluar dari Jalur Gaza pada Kamis (23/5)."Kedua relawan berhasil keluar dari Jalur Gaza bersama konvoi WHO-UNOCHA dengan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam dari pintu perbatasan Karem Shalom menuju Amman, Yordania," ujar Ketua EMT MER-C Indonesia, dr. Arief Rachman, SpRad yang terus memantau proses keluarnya relawan langsung di Amman, Yordania.Pada Jumat (24/5), dua relawan EMT MER-C lainnya juga dijadwalkan keluar dari Jalur Gaza melalui pintu perbatasan Karem Shalom bersama konvoi WHO-UNOCHA."Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses ini. Kepada WHO, lalu kepada KBRI Amman yang turut menjemput relawan di Imigrasi King Husein Bridge Yordania," ujar Arief."Terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman dari Tim Relawan Peduli atas dukungan dan bantuannya dalam hal akomodasi serta transportasi bagi Tim EMT MER-C selama berada di Yordania," imbuhnyaSemua relawan yang telah berhasil keluar dari Jalur Gaza tergabung dalam Tim 3 EMT MER-C yang berhasil masuk Jalur Gaza, Palestina, sejak Senin (22/4).Saat ini, masih ada delapan relawan MER-C di Jalur Gaza. MER-C terus berkomunikasi dengan EMTCC WHO agar relawan yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, bisa segera kembali ke Tanah Air.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus – Waspada! 3 anak meninggal akibat hepatitis akut
Indonesia
•
08 May 2022

Indonesia luncurkan penerbangan komersial perdana dengan bahan bakar dicampur minyak sawit
Indonesia
•
29 Oct 2023

Peta jalan pusat keunggulan vaksin Indonesia jadi panduan negara OKI
Indonesia
•
20 Dec 2019

Indonesia prioritaskan diplomasi vaksin dengan China
Indonesia
•
14 Oct 2020


Berita Terbaru

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026

Presiden dorong ekonomi biru, Kampung Nelayan Merah Putih jadi model kemandirian pesisir
Indonesia
•
10 May 2026
