
IMF puji Sri Lanka atas kemajuannya dalam reformasi ekonomi

Gubernur Central Bank of Sri Lanka (CBSL) Nandalal Weerasinghe berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kolombo, Sri Lanka, pada 3 Maret 2023. (Xinhua/Gayan Sameera)
Reformasi ekonomi Sri Lanka di bawah pengaturan Fasilitas Dana yang Diperpanjang (Extended Fund Facility/EFF), dibangun berlandaskan langkah-langkah kebijakan yang kuat serta memprioritaskan lima pilar utama.
Kolombo, Sri Lanka (Xinhua) – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Senin (15/5) memuji kemajuan Sri Lanka dalam reformasi ekonomi.Berbicara dalam sebuah konferensi pers, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan mengatakan bahwa program reformasi yang didukung di bawah pengaturan Fasilitas Dana yang Diperpanjang (Extended Fund Facility/EFF) dibangun berlandaskan langkah-langkah kebijakan yang kuat serta memprioritaskan lima pilar utama, dan Sri Lanka telah mulai mengimplementasikan banyak langkah kebijakan yang menantang di lima area tersebut."Saat ini, sangat penting untuk melanjutkan momentum reformasi di bawah kepemilikan yang kuat oleh pihak berwenang dan rakyat Sri Lanka, secara lebih luas," ujarnya.Dia menambahkan bahwa reformasi tata kelola dan antikorupsi sangat penting guna memastikan hasil yang diperoleh dengan susah payah dari reformasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi rakyat Sri Lanka.Sri Lanka menjadi negara pertama di Asia yang telah menjalani latihan diagnostik tata kelola dari IMF, menurut badan moneter dunia itu.Laporan diagnostik tata kelola IMF diperkirakan akan dirilis pada September tahun ini, dan misi tersebut mengunjungi Kolombo pada Maret lalu serta berinteraksi erat dengan para pemangku kepentingan maupun organisasi-organisasi masyarakat sipil dalam bidang reformasi yang sangat penting ini, ujar Srinivasan.Dirinya juga mengatakan bahwa dampak ekonomi dari reformasi terhadap masyarakat miskin dan rentan perlu dimitigasi dengan langkah-langkah yang tepat.IMF menyambut baik komitmen tegas dari pihak berwenang untuk memperkuat jaring pengaman sosial, termasuk melalui batas pengeluaran minimum, pengeluaran yang ditargetkan dengan baik melalui registrasi sosial yang baru, serta penetapan kriteria kelayakan yang objektif, ujarnya.IMF pada Maret tahun ini menyetujui perpanjangan kesepakatan 48 bulan di bawah EFF sebesar sekitar 3 miliar dolar AS untuk mendukung kebijakan dan reformasi ekonomi Sri Lanka.*1 dolar AS = 14.812 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bisnis di Australia hadapi tekanan akibat kelangkaan bahan bakar
Indonesia
•
26 May 2026

Fokus Berita – Kontrol ekspor AS terhadap cip dan model AI dikhawatirkan hambat perkembangan AI global
Indonesia
•
21 Jan 2025

Elon Musk ambil alih Twitter
Indonesia
•
28 Oct 2022

IMF: Mekanisme baru diperlukan atasi tekanan utang negara miskin
Indonesia
•
12 Apr 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
