Realisasi nilai investasi China di Jawa Tengah capai 2,14 triliun rupiah

Upacara peletakan batu pertama pabrik Allmed Medical pada 15 April 2025 di KEK Industropolis Batang, Provinsi Jawa Tengah, dihadiri sejumlah pejabat pemerintah. (Xinhua/KEK Industropolis Batang)

Kawasan industri di Kendal, Provinsi Jawa Tengah, juga menjadi pilihan banyak investor China sebagai lokasi ekspansi.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – China masih menjadi salah satu sumber asal investasi asing terbesar yang masuk ke Provinsi Jawa Tengah sepanjang kuartal pertama (Q1) tahun ini, dengan semakin banyak perusahaan asal China dari berbagai sektor memulai kegiatan bisnisnya di Kawasan Ekonomi Khusus Batang di bawah kerja sama ‘Dua Negara, Taman Kembar’ (Two Countries Twin Parks/TCTP) dan kawasan industri lainnya di provinsi tersebut, meningkatkan lapangan kerja lokal.

Realisasi nilai investasi asal China Daratan di provinsi tersebut mencapai 2,14 triliun rupiah sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, menjadi sumber terbesar ketiga setelah Singapura dan Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong, China, yang masing-masing mencatat 3,33 triliun rupiah dan 3,22 triliun rupiah, demikian dikutip dari keterangan terbaru Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah.

Sejumlah analis mengaitkan angka signifikan itu dengan Kawasan Ekonomi Khusus Batang, yang merupakan salah satu daerah Indonesia yang berada di bawah TCTP Indonesia-China.

Pada Maret tahun lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri langsung acara peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan menyuarakan harapannya agar KEK itu menjadi ‘Kota Shenzhen versi Indonesia’.

Setelah pembangunan dan peningkatan yang dilakukan dalam kerja sama Indonesia dan China selama lebih dari satu tahun, KEK tersebut mencatat pengoptimalan dalam infrastruktur, lingkungan industri dan ekonomi, hingga sistem talenta kerja, yang memikat sejumlah perusahaan bergengsi di bidang industri hilir, energi baru, dan teknologi yang menetap di dalamnya, termasuk sejumlah bisnis dari China.

Data resmi menunjukkan KEK itu telah memperoleh komitmen investasi sekitar 36,4 triliun rupiah dari berbagai pelaku industri asal China, dan sedang diterapkan secara bertahap.

Sejumlah kebijakan preferensial tentang bea impor bahan mentah, peralatan produksi, pajak penghasilan impor di bawah kerangka kawasan berikat dan KEK, serta lokasi Batang yang menyediakan infrastruktur di sekitarnya sekaligus sumber daya manusia yang andal turut menjadi alasan semakin banyak perusahaan memilih untuk investasi dan berbisnis di dalam kawasan ekonomi Batang tersebut.

Kawasan industri di Kendal, Provinsi Jawa Tengah, juga menjadi pilihan banyak investor China sebagai lokasi ekspansi. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan terakhir, setidaknya terdapat dua investasi baru asal China di kawasan industri ini, seperti Kuka Home yang menginvestasikan sekitar 2,7 triliun rupiah untuk pabrik furnitur berorientasi ekspor pada pertengahan Maret lalu dan Hoifu Group yang menginvestasikan sekitar 1,1 triliun rupiah untuk pabrik kemasan pada awal bulan ini.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait