Rangkuman – Hari ke-11 Milan-Cortina 2026: China cetak sejarah di seluncur cepat, Norwegia terus mendominasi perolehan medali

Johannes Lochner (kiri)/Georg Fleischhauer dari Jerman berlaga dalam 'heat' ketiga di nomor 'bobsleigh' ganda putra di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Cortina D'Ampezzo, Italia, pada 17 Februari 2026. (Xinhua/Lian Yi)

Milan, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – China menorehkan sejarah dalam cabang olahraga (cabor) seluncur cepat (speed skating) setelah meraih medali perunggu dari nomor pursuit beregu putra, sementara pemuncak klasemen perolehan emas, Norwegia, menambah dua emas lagi pada Selasa (17/2) di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026.

China mengalahkan Belanda di Final B nomor pursuit beregu putra dan mengantongi perunggu, yang menjadi medali Olimpiade pertama China dari nomor tersebut. Liu Hanbin, Wu Yu, dan Li Wenhao unggul tipis 0,09 detik atas lawan mereka dari Belanda dengan catatan waktu 3 menit 41,38 detik. Hasil itu menjadi pencapaian terbaik China sejak nomor tersebut dipertandingkan pertama kali di Olimpiade Musim Dingin 2006.

"Meraih hasil seperti ini pada hari ini merupakan dorongan besar bagi seluruh tim seluncur cepat China," kata Ning Zhongyan, yang bertanding di babak semifinal. "Medali ini sangat berharga bagi kami. Kami belum pernah naik podium sebelumnya, dan terkadang untuk lolos kualifikasi saja terasa sulit."

Italia merebut emas setelah Davide Ghiotto, Andrea Giovannini, dan Michele Malfatti mencatat waktu 3 menit 39,20 detik di Final A, sementara Amerika Serikat (AS) meraih perak. Di nomor putri, Kanada berhasil mempertahankan gelar Olimpiade dengan mengalahkan Belanda, sedangkan Jepang menyabet perunggu.

Prancis bangkit secara dramatis untuk merebut emas Olimpiade pertamanya pada nomor estafet biathlon 4x7,5 km putra. Setelah Fabien Claude mendapat penalty loop pada etape pembuka, tiga atlet ski Prancis lainnya berhasil menembak dengan stabil dan meluncur dengan cepat untuk membukukan waktu kemenangan 1 jam 19 menit 55,2 detik.

Norwegia hanya menggunakan enam peluru, tetapi kalah cepat saat meluncur sehingga harus puas dengan medali perak, terpaut 9,8 detik di belakang juara. Sementara itu, Swedia meraih perunggu.

Jens Luraas Oftebro dari Norwegia merebut emas keduanya dalam cabor ski Nordik nomor kombinasi pada Olimpiade ini, mendominasi cabor lompat ski (ski jumping) nomor large hill dan ski lintas alam 10 km. Atlet berusia 25 tahun itu finis dengan catatan waktu 24 menit 45,0 detik, mengungguli Johannes Lamparter dari Austria dan Ilkka Herola dari Finlandia.

"Saya bermimpi memenangkan satu emas," ujar Oftebro. "Memenangkan dua emas sangatlah istimewa."

Norwegia menambah satu emas lagi pada cabor ski bebas (free ski) nomor big air putra, ketika Tormod Frostad mengungguli atlet Amerika Serikat (AS) Mac Forehand lewat lompatan terakhir yang menentukan. Frostad mencatat 195,50 poin, mengalahkan Forehand yang meraih 193,25 poin, sementara Matej Svancer dari Austria membawa pulang perunggu. Itu merupakan emas Olimpiade pertama Frostad pada Olimpiade keduanya.

Norwegia memimpin klasemen medali dengan 14 emas, delapan perak, dan sembilan perunggu.

Jerman menunjukkan kedalaman dan dominasinya di nomor bobsleigh ganda putra dengan menyapu bersih podium. Johannes Lochner dan Georg Fleischhauer memastikan gelar juara dengan total waktu gabungan 3 menit 39,70 detik.

David Kampf dan Roman Cervenka mencetak gol dengan selisih 69 detik pada periode kedua saat Republik Ceko mengalahkan Denmark 3-2 dalam cabor hoki es putra untuk melaju ke perempat final menghadapi Kanada.

Cuaca juga berperan pada siang hari di Livigno, ketika angin kencang dan hujan salju lebat memaksa penundaan pertandingan final snowboard slopestyle putri, serta babak kualifikasi ski gaya bebas (freestyle skiing) aerial putri dan putra. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait