
Tarif AS untuk baja dan aluminium picu kecaman keras di seluruh Eropa

Bendera Uni Eropa berkibar di luar Gedung Berlaymont, kantor pusat Komisi Eropa, di Brussel, Belgia, pada 29 Januari 2025. (Xinhua/Meng Dingbo)
Putaran baru kebijakan proteksionis AS dapat membahayakan perdagangan global, mengganggu rantai pasokan, dan pada akhirnya membebani konsumen di AS.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan tarif 25 persen terhadap baja dan aluminium impor saat memasuki AS, tanpa mempertimbangkan negara asalnya, memicu penolakan keras di seluruh Eropa.Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa (11/2) memperingatkan bahwa tarif AS terhadap baja dan aluminium impor dari Uni Eropa (UE) "akan memicu langkah balasan yang tegas dan proporsional.""Tarif yang tidak dapat dijustifikasi terhadap UE tidak akan dibiarkan begitu saja," kata von der Leyen dalam sebuah pernyataan. "Uni Eropa akan bertindak untuk melindungi kepentingan ekonominya. Kita akan melindungi para pekerja, bisnis, dan konsumen kita."Berbicara di hadapan para anggota Parlemen Eropa di Strasbourg pada Selasa itu, Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Maros Sefcovic mengatakan bahwa UE akan merespons tarif yang dikenakan AS "dengan tegas dan proporsional.""Menurut kami, tarif-tarif tersebut tidak dapat dibenarkan, karena akan mengakibatkan kenaikan harga dan inflasi," kata Sefcovic. Menyebut langkah ini sebagai "skenario sama-sama kalah," dia memperingatkan bahwa tarif-tarif tersebut "kontraproduktif dari segi ekonomi."Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan kembali sikap UE mengenai langkah balasan. "Jika AS tidak memberi kita pilihan lain, UE akan merespons dengan kompak," katanya dalam sebuah pidato di Bundestag pada Selasa tersebut.Namun, dia memperingatkan soal eskalasi ketegangan. "Saya harap kita dapat menghindari jalur tarif dan tarif balasan yang salah arah, karena perang dagang pada akhirnya akan mengorbankan kemakmuran kedua belah pihak," tambahnya. Dia juga memperingatkan bahwa tarif AS dapat dengan cepat meluas ke luar sektor baja dan aluminium, yang terutama menjadi ancaman bagi Jerman sebagai ekonomi pengekspor terbesar di Eropa.Presiden Federasi Perdagangan Grosir, Perdagangan Luar Negeri, dan Jasa Jerman Dirk Jandura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jika tarif Trump diberlakukan, UE harus merespons dengan kompak. Dia memperingatkan bahwa perang dagang dapat berakibat "fatal."
Foto yang diabadikan pada 20 Januari 2023 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei – Inflasi masih jadi isu utama bagi kalangan usaha kecil di AS pada Juli 2024
Indonesia
•
15 Aug 2024

Harga minyak mentah Indonesia turun ke 67,80 dolar AS per barel pada Agustus
Indonesia
•
03 Sep 2021

Acara bertajuk ‘Keajaiban Biru Kerja Sama Kelautan’ di Shenzhen soroti kerja sama China-Indonesia
Indonesia
•
02 Sep 2026

Ekonomi Malaysia turun jadi 3,7 persen pada 2023 di tengah tantangan global
Indonesia
•
17 Feb 2024


Berita Terbaru

Embargo AS bikin Kuba rugi 142,7 triliun rupiah, dokter operasi dengan lampu ponsel
Indonesia
•
08 Sep 2026

Perang Iran bikin warga AS tekor 1.765 triliun rupiah, biaya terus naik 17,6 miliar rupiah tiap 2 menit
Indonesia
•
08 Sep 2026

Fokus Berita – 12 perusahaan energi Indonesia debut di Taiyuan, hampir 50 perusahaan China tertarik pasar RI
Indonesia
•
07 Sep 2026

Bukan lagi sekadar minyak, Timur Tengah kini genjot surya, baterai, jaringan listrik dan EV
Indonesia
•
06 Sep 2026
