
Pusat sertifikasi PV 2.000 volt pertama di dunia diresmikan di Hainan, China

Foto dari udara yang diabadikan dengan menggunakan 'drone' pada 16 Maret 2025 ini menunjukkan perangkat fotovoltaik di atap Pusat Berita Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) dan gedung-gedung aneksnya di zona percontohan nol karbon (zero-carbon) Boao di Boao, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Pu Xiaoxu)
Pusat sertifikasi empiris fotovoltaik (PV) 2.000 volt pertama di dunia diresmikan di Kota Wenchang, provinsi pulau Hainan, China selatan, menandai terobosan signifikan dalam validasi teknologi PV tegangan tinggi.
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Pusat sertifikasi empiris fotovoltaik (PV) 2.000 volt pertama di dunia diresmikan di Kota Wenchang, provinsi pulau Hainan, China selatan, menandai terobosan signifikan dalam validasi teknologi PV tegangan tinggi.Pusat tersebut, yang dibangun dan dioperasikan oleh Datang Hainan Energy Development Co., Ltd., diresmikan dalam seminar terkait yang diselenggarakan bersama oleh China Quality Certification Center di Haikou, ibu kota Provinsi Hainan, pada Selasa (23/9).Dilengkapi dengan kemampuan pengumpulan data siklus penuh dan evaluasi kinerja sistematis, fasilitas ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan standar terpadu dalam promosi teknologi tegangan tinggi seperti sistem 2.000 volt di industri PV.Sebagai arah masa depan untuk stasiun listrik darat berskala besar, teknologi PV 2.000 volt mengurangi penggunaan kabel dan menurunkan biaya listrik dibandingkan sistem 1.500 volt tradisional. Namun, stabilitas operasional jangka panjang, kompatibilitas perangkat, dan adaptabilitasnya terhadap lingkungan ekstrem memerlukan dukungan empiris yang otoritatif.Zhang Junbao, general manager Datang Hainan Energy Development, menekankan bahwa penelitian PV empiris menjembatani kesenjangan antara teori laboratorium dan nilai praktis stasiun listrik. Perusahaan itu akan memanfaatkan keunggulan energi bersihnya di Hainan untuk mempromosikan penerapan sistem 2.000 volt yang aman dan andal di lingkungan bersuhu tinggi, lembap, dan mengandung garam yang tinggi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak naik di Asia karena kekhawatiran pasokan global bertahan
Indonesia
•
19 May 2022

Myanmar targetkan 1,6 juta hektare perkebunan bunga matahari untuk penuhi konsumsi minyak domestik
Indonesia
•
27 Mar 2023

Pakar: Dampak RCEP terhadap Taiwan mungkin terbatas
Indonesia
•
03 Jan 2022

Pakar ekonomi ungkap tingginya inflasi perlebar kesenjangan sosial di Jerman
Indonesia
•
25 Nov 2022


Berita Terbaru

Feature – Kesepian jadi peluang bisnis, pasar mainan AI China tumbuh pesat, tembus 2,32 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2026

Malaysia rugi 35,7 triliun rupiah akibat karhutla, 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas
Indonesia
•
30 Oct 2026

Perubahan iklim ancam pangan Asia Tenggara, produksi padi turun 5 persen, jagung 6 persen
Indonesia
•
30 Oct 2026

Fokus Berita – SANY Indonesia Finance bidik pelanggan konstruksi dan tambang, siapkan perluasan jaringan di Tanah Air
Indonesia
•
30 Oct 2026
