
Terobosan China dalam pengobatan penyakit jantung hipertrofik tarik perhatian dunia

Ilustrasi. (Unsplash)
Prosedur miektomi septum jantung berdetak transapikal yang baru telah mendobrak batasan-batasan dari prosedur pembukaan rongga dada konvensional, sehingga memungkinkan reseksi miokardium hipertrofik yang berpresisi tanpa memerlukan pembukaan rongga dada, penghentian detak jantung, atau transfusi darah.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China memelopori sebuah sistem miektomi jantung berdetak dan mengembangkan prosedur invasif minimal untuk mengobati kardiomiopati obstruktif hipertrofik (hypertrophic obstructive cardiomyopathy/HOCM), yang menarik perhatian internasional.Studi itu dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin Wei Xiang, seorang profesor di Rumah Sakit Tongji di Wuhan, dan telah diterbitkan di dalam Journal of the American College of Cardiology.Menurut perkiraan, populasi pasien HOCM di China mencapai sekitar 2 hingga 5 juta orang, sedangkan secara global, pasien HOCM mencapai sekitar 15 hingga 20 juta, sehingga penyakit ini menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan manusia.Saat ini, pengobatan konvensional untuk HOCM adalah melalui operasi membuka rongga dada untuk melakukan reseksi miokardium hipertrofik. Metode pembedahan ini tidak hanya sangat invasif, tetapi juga menantang secara teknis, dengan hasil yang kurang optimal dan tingkat kematian yang tinggi di rumah sakit akibat kurangnya pengalaman.Prosedur miektomi septum jantung berdetak transapikal yang baru ini telah mendobrak batasan-batasan dari prosedur pembukaan rongga dada konvensional, sehingga memungkinkan reseksi miokardium hipertrofik yang berpresisi tanpa memerlukan pembukaan rongga dada, penghentian detak jantung, atau transfusi darah."Di bidang bedah HOCM, kami dulu mengikuti perkembangan dunia, tetapi sekarang, kami mengimbanginya atau bahkan menjadi yang terdepan di dunia," kata Wei.Wei baru-baru ini diundang ke Mayo Clinic, pusat perawatan kardiovaskular terkenal di dunia di Amerika Serikat (AS), untuk membahas terobosan medis yang inovatif ini. Para ahli bedah jantung dari berbagai negara dan kawasan, seperti AS, Swiss, dan Italia, juga telah berkunjung ke China untuk mempelajari teknologi ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Modul stasiun luar angkasa baru Rusia diluncurkan pada 2025
Indonesia
•
27 May 2021

Astronom di Australia identifikasi kandidat planet mirip Bumi yang layak huni
Indonesia
•
28 Jan 2026

Telaah – Tiga gempa dahsyat guncang Amerika Selatan, benarkah kawasan ini makin aktif?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Proyek PLTB dataran ultratinggi terbesar di dunia mulai beroperasi di Xizang, China
Indonesia
•
04 Jan 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
