
Putin cabut ratifikasi perjanjian larangan uji coba nuklir Rusia

Foto dokumen ini menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam sesi pleno Forum Ekonomi Eurasia kedua Uni Ekonomi Eurasia di Moskow, Rusia, pada 24 Mei 2023. (Xinhua/Bai Xueqi)
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang yang mencabut ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT) setelah menunggu Washington untuk meratifikasi perjanjian tersebut selama 23 tahun.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (2/11) menandatangani undang-undang yang mencabut ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT) negara itu, menurut sebuah dokumen yang diterbitkan secara resmi.Kremlin telah menyatakan sebelumnya bahwa penarikan Rusia dari perjanjian tersebut tidak berarti pemulihan uji coba nuklir.Ketua Duma Negara Vyacheslav Volodin mengatakan Moskow telah menunggu Washington untuk meratifikasi perjanjian tersebut selama 23 tahun. Namun, Amerika Serikat menunjukkan pendekatannya yang tidak bertanggung jawab terhadap masalah keamanan global.CTBT adalah perjanjian multilateral yang melarang semua uji coba ledakan nuklir yang dilakukan untuk tujuan damai maupun militer.CTBTO mengoperasikan sistem pemantauan global unik yang dapat mendeteksi ledakan uji coba nuklir kapan saja dan di mana saja, memberikan komunitas internasional sarana yang kredibel, andal, dan independen untuk memastikan bahwa norma yang melarang uji coba nuklir dipatuhi.Delapan negara baru telah meratifikasi CTBT sejak Konferensi Pasal XIV tahun 2021, sehingga mencapai kemajuan signifikan menuju universalisasi Perjanjian tersebut.Meskipun telah diratifikasi oleh 178 Negara, CTBT belum berlaku karena tidak adanya ratifikasi oleh delapan negara dari daftar asli 44 negara dalam Lampiran 2.Dalam siaran persnya pada Kamis (2/11), Dewan Uni Eropa menyatakan bahwa sebagai bagian dari daftar ini, langkah Rusia untuk mencabut ratifikasinya terhadap Perjanjian CTBT ini merupakan kemunduran serius dalam komitmen negara tersebut terhadap arsitektur keamanan internasional yang melemahkan upaya non-proliferasi dan perlucutan senjata yang sedang berlangsung.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas “sepenuhnya siap” untuk prosedur penyerahan kekuasaan
Indonesia
•
20 Jan 2026

Presiden sesi ke-78 UNGA serukan gencatan senjata di Gaza
Indonesia
•
12 Sep 2024

Militer Israel sebut komandan pasukan Radwan Hizbullah tewas dalam serangan di Beirut
Indonesia
•
07 May 2026

Pemerintah Taiwan yakinkan Festival Lentera aman dikunjungi
Indonesia
•
08 Feb 2020


Berita Terbaru

Krisis Afrika Timur memburuk, 40,5 juta orang kini terancam kelaparan
Indonesia
•
16 Jul 2026

Serangan AS ke Iran tewaskan 35 orang, ratusan lainnya terluka
Indonesia
•
16 Jul 2026

Alarm flu burung H5N1 di Selandia Baru, virus diperkirakan jadi endemik dalam hitungan bulan
Indonesia
•
16 Jul 2026

AS setujui penjualan senjata Rp35,4 Ttriliun kepada Arab Saudi di tengah memanasnya Timur Tengah
Indonesia
•
16 Jul 2026
