Prancis sebut tidak ada mandat bagi Komisi Eropa untuk hadiri pertemuan "Dewan Perdamaian"

Warga Palestina berjalan di antara puing-puing di tengah badai debu yang melanda Gaza City selatan pada 14 Februari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Prancis pada Kamis (19/2) menyatakan keterkejutannya atas laporan bahwa Komisi Eropa (European Commission/EC) menghadiri pertemuan apa yang disebut sebagai Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digelar oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa Dewan Eropa tidak memberikan otorisasi kepada komisi tersebut untuk hadir.

Dalam konferensi pers rutin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Pascal Confavreux mengatakan Dewan Perdamaian seharusnya berfokus pada situasi di Gaza. Dia menambahkan bahwa Prancis akan menahan diri untuk berpartisipasi selama masih ada ketidakjelasan mengenai mandat dan cakupan kewenangan dewan tersebut.

Confavreux menambahkan bahwa Prancis "terkejut" atas laporan kehadiran Komisi Eropa, seraya menegaskan komisi tersebut "tidak memiliki mandat dari Dewan Eropa untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan ini." Dia mengatakan Komisi Eropa diharapkan memberikan klarifikasi mengenai keterlibatannya setelah kembali.

Menurut laporan media AS, Trump menggelar pertemuan perdana Dewan Perdamaian tersebut di Washington pada Kamis.

Trump meresmikan pembentukan dewan tersebut pada 22 Januari dalam upacara penandatanganan piagam yang digelar di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss. Sejumlah negara besar dan sekutu lama AS dilaporkan menolak bergabung dalam inisiatif tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait