Norwegia tegaskan kembali penolakannya bergabung dalam Dewan Perdamaian

Bendera nasional Denmark terlihat di gerbang Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kopenhagen, Denmark, pada 31 Januari 2026. (Xinhua/Anders Kongshaug)

Pertemuan musim semi Ad Hoc Liaison Committee (AHLC) yang sudah lama diketuai Norwegia bertujuan untuk mengoordinasikan bantuan bagi rakyat Palestina.

 

Helsinki, Finlandia (Xinhua/Indonesia Window) – Norwegia tidak akan bergabung dengan apa yang disebut sebagai "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Norwegia pada Kamis (19/2).

Berbicara dalam pertemuan perdana ‘Dewan Perdamaian’ di Institut Perdamaian AS (U.S. Institute of Peace), Trump mengatakan AS akan menyumbang 10 miliar dolar AS untuk inisiatif itu dan mengeklaim bahwa Norwegia akan menjadi tuan rumah salah satu acara dewan tersebut.

*1 dolar AS = 16.925 rupiah

Ane Jorem, juru bicara Kementerian Luar Negeri Norwegia, membantah klaim tersebut dan menegaskan kembali bahwa Norwegia tidak akan menjadi anggota dewan, lapor Norwegian Broadcasting Corporation (NRK).

"Norwegia telah dengan jelas menyampaikan bahwa kami tidak akan menjadi anggota Dewan Perdamaian, dan sikap ini tetap solid," ujar Jorem seperti dikutip NRK.

Jorem menambahkan bahwa Norwegia berencana untuk menyelenggarakan pertemuan musim semi Ad Hoc Liaison Committee (AHLC), sebuah mekanisme internasional yang sudah lama diketuai Norwegia untuk mengoordinasikan bantuan bagi rakyat Palestina, dan Norwegia berkomunikasi dengan pihak-pihak yang relevan soal pembahasan rencana perdamaian Gaza pada kesempatan itu.

Norwegia termasuk di antara sejumlah negara Eropa, seperti Prancis, Jerman, dan Inggris, yang tidak bergabung dengan dewan kontroversial tersebut, yang secara resmi dibentuk Trump pada 22 Januari di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait