Prancis diguncang aksi pelajar, 450.000 orang turun ke jalan, 488 ditangkap

Sebuah papan elektronik menampilkan informasi mengenai penutupan lebih awal Menara Eiffel akibat suhu tinggi di Paris, Prancis, pada 23 Juni 2026. (Xinhua/Wu Huiwo)

Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 256.000 orang mengikuti aksi protes di seluruh Prancis pada Selasa (6/10), termasuk 56.000 orang di Paris, sebagai bentuk solidaritas terhadap para siswa sekolah menengah atas (SMA) yang telah memblokir sekolah mereka sejak pertengahan September untuk menuntut lebih banyak dana bagi pendidikan, demikian menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Organisasi pelajar SMA dan mahasiswa memperkirakan bahwa aksi unjuk rasa di seluruh Prancis menarik 450.000 orang, termasuk 100.000 di ibu kota.

Secara nasional, sebanyak 488 orang ditangkap pada Selasa di tengah kekerasan yang terjadi di sejumlah lokasi di sekitar aksi unjuk rasa, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis. Jumlah tersebut menjadikan total penangkapan sejak dimulainya gerakan itu mencapai 6.547 orang.

Sebanyak 891 SMA dari total sekitar 3.700 SMA di negara tersebut mengalami gangguan akibat aksi protes besar-besaran pada Selasa, demikian diumumkan Kementerian Pendidikan Nasional Prancis.

Kegiatan belajar mengajar di SMA ditangguhkan mulai Rabu (7/10) hingga Jumat (9/10) untuk memberikan "waktu bagi demokrasi internal" bersama para siswa, kata Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu pada Selasa.

"Kita tidak dapat mengutuk kekerasan tanpa, pada saat yang sama, memberikan ruang penuh bagi perdebatan di lingkungan sekolah menengah atas," kata Lecornu di platform media sosial X.

Perdana menteri, bersama dengan menteri dalam negeri dan menteri pendidikan nasional, dijadwalkan hadir di Istana Elysee pada Selasa malam untuk mengikuti pengarahan mengenai situasi tersebut, menurut media Prancis mengutip sumber-sumber pemerintah. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait