PM China bertemu Sekjen PBB, bahas multilateralisme dan perubahan iklim

Perdana Menteri China Li Keqiang bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Phnom Penh, Kamboja, pada 13 November 2022. (Xinhua/Huang Jingwen)
Kerja sama China-PBB merupakan pilar penting multilateralisme, yang mendukung berbagai upaya dalam mengatasi perubahan iklim dan mencapai pembangunan berkelanjutan.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) China Li Keqiang bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Ahad (13/11) untuk membahas berbagai isu termasuk multilateralisme dan perubahan iklim.Li mengatakan PBB adalah lembaga utama untuk menegakkan multilateralisme. China sangat mengutamakan peran penting PBB dalam menjaga perdamaian dunia dan mempromosikan pembangunan bersama.Dengan latar belakang situasi internasional yang kompleks dan tidak dapat diprediksi saat ini, menegakkan multilateralisme secara mendasar berarti menjaga tujuan dan prinsip Piagam PBB, serta mendukung otoritas PBB dalam menangani urusan internasional, tutur Li.Mendukung PBB berarti memberikan kontribusi bagi perdamaian dan pembangunan dunia, kata PM China tersebut, menambahkan bahwa China memuji berbagai pencapaian baru PBB yang dicapai di bawah kepemimpinan Guterres.Dia berjanji bahwa China akan senantiasa memperkuat kerja sama dengan badan-badan PBB, secara aktif mendukung dan berpartisipasi dalam semua lini upaya PBB, dan bersama-sama menjaga tujuan dan prinsip Piagam PBB, norma-norma dalam hukum internasional dan keadilan internasional dengan semua pihak.Kemiskinan jelas merusak stabilitas, dan sulit untuk menghindari konflik dan kerusuhan tanpa memperkecil kesenjangan antara Utara dan Selatan, kata Li.China memuji PBB karena memprioritaskan masalah pembangunan yang dihadapi negara berkembang dan secara aktif membantu negara-negara tersebut meringankan beban utang, mengatasi perubahan iklim, meningkatkan standar hidup, dan mengejar pembangunan berkelanjutan, kata Li.Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan negara berkembang terbesar, China siap menjalin komunikasi dan koordinasi yang erat dengan PBB, melakukan yang terbaik untuk membantu negara berkembang terkait perubahan iklim di bawah kerangka kerja sama Selatan-Selatan, dan memainkan peran konstruktifnya dalam penangguhan layanan utang negara-negara Afrika di bawah Kelompok 20 (G20), katanya.Sementara itu, Guterres mengatakan kerja sama China dan PBB merupakan pilar penting multilateralisme. PBB mengapresiasi upaya luar biasa China dalam mempromosikan multilateralisme, dan memuji kontribusi China untuk memajukan agenda PBB dalam mengatasi perubahan iklim dan mencapai pembangunan berkelanjutan.PBB berharap dapat memperdalam kerja sama dengan China untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi perubahan iklim, meringankan beban utang serta menjaga ketahanan pangan dan energi internasional sehingga berbagai agenda yang diusulkan PBB mendapat dukungan dari lebih banyak negara, katanya.PBB menentang pemisahan ekonomi dan percaya bahwa semua negara menjembatani perbedaan mereka melalui dialog dan bersama-sama menghadapi tantangan global. PBB dengan tegas mendukung peran penting China dalam kerja sama Selatan-Selatan dan mengharapkan kerja sama yang lebih erat dengan China dalam hal ini, imbuh Sekjen PBB tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi, AS, Inggris, dan UEA serukan pemulihan Sudan
Indonesia
•
04 Nov 2021

China layangkan protes serius atas pernyataan politisi Jepang perihal masalah Taiwan
Indonesia
•
22 Aug 2023

Sekjen PBB: Israel ciptakan hambatan besar bagi distribusi bantuan di Gaza
Indonesia
•
23 Dec 2023

UE sepakat akan gunakan aset Rusia yang dibekukan untuk pertahanan Ukraina
Indonesia
•
23 May 2024
Berita Terbaru

Menlu Rusia: Remiliterisasi Jepang ancam stabilitas Asia-Pasifik
Indonesia
•
04 Feb 2026

Pasangan Clinton setuju bersaksi di komite DPR AS terkait penyelidikan Epstein
Indonesia
•
04 Feb 2026

Penembak mantan PM Jepang Shinzo Abe ajukan banding atas hukuman seumur hidup
Indonesia
•
04 Feb 2026

Presiden Iran perintahkan dimulainya dialog nuklir dengan AS
Indonesia
•
03 Feb 2026
