
Peneliti China publikasikan peta spatiotemporal sel tunggal dari perkembangan tubuh manusia

Gambar ini menunjukkan apa yang disebut sebagai "atlas otak", yang dipublikasikan oleh majalah MIT Technology Review pada 12 Oktober 2023 dalam artikel berjudul "Ilmuwan berhasil menyusun peta yang sangat terperinci dari otak manusia" (Scientists just drafted an incredibly detailed map of the human brain) di situs webnya. (Xinhua/Wellcome Collection/MITTR/Stephanie Arnett)
Peta spatiotemporal sel tunggal dari perkembangan anggota tubuh manusia dapat menjelaskan jalur evolusi sel dan proses penentuan posisi spasial sel pada anggota tubuh janin.
Beijing, China (Xinhua) – Pakar China mempublikasikan peta spatiotemporal sel tunggal dari perkembangan anggota tubuh manusia, yang menjelaskan jalur evolusi sel dan proses penentuan posisi spasial sel pada anggota tubuh janin.Anggota tubuh manusia muncul pada pekan keempat pascapembuahan sebagai tunas mesenkim, dan akan berkembang menjadi anggota tubuh yang terbentuk sempurna selama beberapa bulan berikutnya. Proses ini diatur oleh berbagai program ekspresi gen yang dibatasi secara temporal dan spasial.Meskipun penelitian puluhan tahun dengan organisme model telah mendefinisikan mekanisme-mekanisme fundamental yang mendasari perkembangan anggota tubuh vertebrata, karakterisasi mendalam dari proses ini pada manusia masih belum dilakukan.Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Zhang Hongbo, seorang profesor di Zhongshan School of Medicine di Universitas Sun Yat-sen, secara inovatif menggunakan teknologi transkriptoma sel tunggal dan teknologi transkriptoma spasial sel tunggal, sehingga memungkinkan untuk mengeksplorasi proses evolusi sel.Para peneliti tersebut mengambil sampel embrio secara berurutan dari awal pekan kelima hingga pekan kesembilan pascapembuahan, dan memperoleh lebih dari 100.000 sel, masing-masing dengan sekitar 2.000 gen. Melalui perhitungan dan analisis, tim peneliti tersebut memimpin dalam menciptakan peta sel tunggal yang mendetail dari perkembangan anggota tubuh manusia yang mencakup semua jenis sel.Mereka kemudian memperoleh karakteristik setiap sel, menemukan gen-gen penting, dan menempatkan gen-gen tersebut pada jalur evolusi sel melalui DEAPLOG, sebuah alat yang dikembangkan secara independen untuk melakukan analisis ekspresi diferensial untuk klaster sel dan kondisi-kondisi lainnya.Dengan menggunakan peta ini, para peneliti dapat melacak jenis-jenis sel yang diproduksi pada waktu dan wilayah tertentu secara langsung, mengidentifikasi jenis sel yang sepenuhnya baru, serta mencirikan gen-gen penting yang diaktifkan oleh beragam jenis sel, menurut Zhang.Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China lanjutkan kerja sama penguatan lingkungan penelitian ilmiah internasional
Indonesia
•
02 Oct 2023

Peneliti BRIN deteksi penyebaran parasit malaria berbasis ‘whole genome sequencing’
Indonesia
•
11 Jul 2024

Tim ilmuwan China pimpin penemuan jamur parasit berusia 100 juta tahun
Indonesia
•
16 Jun 2025

COVID-19 – Dokter: Vaksinasi bantu blokir mutasi virus corona
Indonesia
•
06 Aug 2021


Berita Terbaru

Sinar matahari bisa ubah limbah plastik jadi bahan bakar bersih
Indonesia
•
30 Apr 2026

Peneliti buat peta pertama untuk reseptor penciuman di hidung
Indonesia
•
30 Apr 2026

Ada mikroplastik di dalam otak manusia, peneliti ungkap pola distribusinya
Indonesia
•
30 Apr 2026

Pupuk organik dongkrak hasil panen di tengah tekanan pasokan akibat konflik Timur Tengah
Indonesia
•
30 Apr 2026
