
Perseteruan Iran-AS bisa picu perang regional, isu nuklir jadi taruhan

Foto yang diabadikan pada 30 Januari 2026 ini menunjukkan pemandangan perkotaan di Teheran, Iran. (Xinhua)
Ketegangan antara Teheran dan Washington terus meruncing, Trump sesumbar, "sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran."
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Ahad (1/2) mengatakan bahwa jika Amerika Serikat (AS) memulai perang melawan Iran, konflik tersebut akan menjadi perang regional.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah pertemuan di Teheran, Iran, di saat ketegangan antara Teheran dan Washington masih tinggi, menyusul pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Asia Barat, demikian dilansir kantor berita semiresmi Iran, Fars.
Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan memulai perang dan tidak berniat menyerang negara mana pun, tetapi "rakyat Iran akan melancarkan pukulan keras terhadap siapa pun yang berupaya menyerang dan mengganggu mereka."
"Orang Amerika harus tahu bahwa jika perang dilancarkan, kali ini, perang tersebut akan menjadi perang regional," tegasnya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa sebuah "armada besar-besaran", yang dipimpin kapal induk Abraham Lincoln, sedang bergerak menuju Iran. Trump juga memperingatkan bahwa "waktu semakin menipis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Menanggapi hal tersebut, menteri luar negeri Iran menyatakan, "Angkatan bersenjata kami yang pemberani telah siap ... untuk segera dan secara keras menanggapi segala agresi."
Secara terpisah, Ali Shamkhani, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, pada Rabu (28/1) pekan lalu mengatakan bahwa setiap aksi militer AS, "dari sumber mana pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapan Iran akan bersifat segera, menyeluruh, dan belum pernah terjadi sebelumnya."
Dia menambahkan bahwa respons Iran akan menyasar "pihak agresor, jantung Tel Aviv, serta seluruh pendukung agresor tersebut."
Merespon pernyataan Khamenei tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump pada Ahad (1/2) mengatakan bahwa jika Teheran gagal mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington, "kita akan melihat" apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei benar dalam memperingatkan bahwa serangan AS dapat memicu perang regional.
"Tentu saja dia akan mengatakan itu," kata Trump saat ditanya oleh seorang wartawan tentang pernyataan Khamenei.
"Namun, kami memiliki kapal-kapal terbesar dan terkuat di dunia di sana, sangat dekat, hanya beberapa hari lagi, dan semoga kami bisa mencapai kesepakatan," kata Trump.
"Kami gagal mencapai kesepakatan, lalu kita akan tahu apakah dia (Khamenei) benar atau tidak," imbuhnya.
Turkiye, Mesir, dan Qatar sedang mengatur pertemuan di Ankara pada akhir pekan ini antara utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan sejumlah pejabat tinggi Iran, lapor media daring AS Axios pada Ahad.
Trump belum mengambil keputusan akhir mengenai peluncuran serangan militer terhadap Iran, kata laporan tersebut, mengutip pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.
Pemerintahan Trump telah mengerahkan armada serangan kapal induk dan beberapa kapal perang ke Timur Tengah pada akhir bulan lalu.
Di tengah kerusuhan yang sedang berkecamuk di Iran serta meruncingnya ketegangan antara Teheran dan Washington, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Politico pada bulan lalu bahwa dia meyakini "sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ini 14 poin kesepakatan damai AS-Iran yang bisa mengubah peta politik dunia
Indonesia
•
18 Jun 2026

Saudi tunjukan kesiapan penuh pelaksanaan haji
Indonesia
•
10 Aug 2019

Serangan udara Israel di Gaza utara tewaskan jubir Hamas
Indonesia
•
28 Mar 2025

35 orang tewas akibat ledakan saat kampanye politik di Pakistan barat laut
Indonesia
•
02 Aug 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
