
Israel hambat pergerakan di perlintasan Rafah, gencatan senjata Gaza lagi-lagi dilanggar

Staf Bulan Sabit Merah Mesir berdiri di dekat truk pengangkut bantuan kemanusiaan yang hendak memasuki Gaza dari sisi Mesir perlintasan perbatasan Rafah pada 12 Oktober 2025. (Xinhua/Ali Mostafa)
Perlintasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir dibuka kembali sebagai uji coba usai ditutup selama lebih dari satu setengah tahun. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Hamas pada Ahad (1/2) mengatakan segala hambatan atau persyaratan yang diterapkan Israel terhadap pengoperasian perlintasan Rafah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pembukaan kembali perlintasan itu merupakan "hak rakyat Palestina di Jalur Gaza," ujar Hazem Qassem, juru bicara Hamas, dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa kebebasan bergerak melalui perlintasan itu merupakan "hak yang dijamin oleh seluruh hukum dan resolusi internasional."
Qassem menyerukan kepada negara-negara mediator dan penjamin gencatan senjata agar memantau perilaku Israel di perlintasan Rafah untuk memastikan Israel tidak memberlakukan pengepungan baru di Jalur Gaza.
Sementara itu, Ismail Thawabteh, direktur kantor media Hamas di Gaza, menyampaikan dalam sebuah rilis pers bahwa sebanyak 22.000 warga yang terluka dan sakit perlu segera meninggalkan wilayah kantong itu untuk mendapatkan perawatan medis, dan lebih dari 18.000 rujukan medis siap untuk dibawa menuju lokasi yang dirujuk.
Thawabteh menambahkan bahwa lebih dari 80.000 keluarga Palestina ingin pulang ke Jalur Gaza, namun tahap pertama pembukaan perlintasan Rafah hanya akan mencakup perjalanan bagi warga yang terluka dan sakit, serta para pemegang paspor Mesir.
Sebelumnya pada Ahad, perlintasan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir dibuka kembali sebagai uji coba usai ditutup selama lebih dari satu setengah tahun. Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata, papar sumber Palestina dan Israel.
Sejumlah sumber Palestina menyampaikan kepada Xinhua bahwa langkah saat ini merupakan uji coba awal untuk menguji mekanisme teknis dan administratif di perlintasan tersebut, dengan delegasi gabungan Palestina-Mesir-Eropa melakukan simulasi operasional dan belum ada pergerakan yang nyata baik dari para pelancong maupun pasien.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kantor PM Israel sebut pembebasan sandera Israel akan dimulai pada Ahad
Indonesia
•
18 Jan 2025

Inggris tangguhkan negosiasi perdagangan dengan Israel terkait blokade bantuan Gaza
Indonesia
•
21 May 2025

AS rencana jual F-35 ke Arab Saudi, Israel ketar-ketir
Indonesia
•
21 Nov 2025

17 orang tewas dalam 37 serangan Israel di Lebanon pada Ahad sore
Indonesia
•
10 Mar 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
