
Ketua UN-Habitat sebut solusi kota hijau China dapat ditularkan ke seluruh dunia

Foto dari udara yang diabadikan pada 25 Agustus 2023 ini menunjukkan pemandangan Shenzhen di Provinsi Guangdong, China selatan. Tanggal 26 Agustus menandai peringatan ke-43 berdirinya Zona Ekonomi Khusus Shenzhen. (Xinhua/Mao Siqian)
Peringatan Hari Kota Sedunia memiliki signifikansi untuk menyatukan pengalaman dan praktik-praktik yang lebih baik dari kota-kota lain guna mengatasi berbagai tantangan, yang merupakan solusi bagi kota.
Beijing, China (Xinhua) – Visi China untuk menemukan solusi bagi pembangunan kota yang berkelanjutan (sustainable) dapat ditularkan ke seluruh dunia, demikian disampaikan Maimunah Mohd Sharif, Direktur Eksekutif Program Pemukiman Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-Habitat), kepada Xinhua dalam sebuah wawancara baru-baru ini.Lebih dari separuh populasi dunia saat ini tinggal di perkotaan. Per 2050 mendatang, jumlahnya diperkirakan akan meningkat menjadi 70 persen, ujarnya, seraya menambahkan bahwa peran penting kota dalam pertumbuhan ekonomi mewakili berbagai peluang dan tantangan.Peringatan Hari Kota Sedunia memiliki signifikansi untuk menyatukan pengalaman dan praktik-praktik yang lebih baik dari kota-kota lain guna mengatasi berbagai tantangan, yang merupakan solusi bagi kota, katanya.Gagasan Hari Kota Sedunia diusulkan oleh Deklarasi Shanghai yang dikeluarkan di Shanghai World Expo pada 2010 lalu, untuk mendukung gagasan ‘Kota yang Lebih Baik, Kehidupan yang Lebih Baik’ (Better City, Better Life). Hari Kota Sedunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 31 Oktober."Ketika kita mendapatkan inovasi atau teknologi baru yang dapat memecahkan atau dapat mengatasi masalah di kota-kota, di situlah kita dapat mereplikasi dengan sebaik mungkin dan menerapkannya di negara-negara lain," sebutnya, seraya menyerukan upaya-upaya global.
Foto dari udara yang diabadikan pada 1 Februari 2023 ini menunjukkan pemandangan lahan basah bakau di Cagar Alam Nasional Futian di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Liang Xu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bukti baru kekejaman perang biologi Jepang dipublikasikan di China
Indonesia
•
08 Aug 2023

Musim flu parah di Australia picu masalah bagi AS pada musim dingin tahun ini
Indonesia
•
08 Sep 2022

Rombongan kapal kedua angkut biji-bijian dari Ukraina tiba di Istanbul
Indonesia
•
07 Aug 2022

Feature – Kisah guru Palestina sukarela mengajar anak-anak pengungsi di Gaza
Indonesia
•
22 Jan 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
