
Peningkatan jumlah penerbangan langsung dari China dongkrak industri pariwisata di Sulawesi Utara

Pesawat ARJ21 milik maskapai TransNusa mendarat di sebuah bandara di Guangzhou, China selatan, usai melakukan penerbangan dari Manado, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 29 Oktober 2024. (Xinhua)
Pergerakan wisatawan dari China menuju Sulawesi Utara cukup tinggi, terutama sebelum pandemik COVID-19. Saat itu, jumlah penerbangan langsung Manado-China jauh lebih banyak dibandingkan saat ini.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Peningkatan jumlah penerbangan langsung dari kota-kota di China menuju Kota Manado, Sulawesi Utara, diharapkan dapat mendongkrak pariwisata lokal, termasuk menjadi harapan baru bagi industri perhotelan di wilayah tersebut.Saat ini, terdapat tiga maskapai yang melayani penerbangan langsung dari sejumlah kota di China ke Manado, di antaranya penerbangan reguler TransNusa dari Kota Guangzhou dan penerbangan carteran dari Nanjing, Lucky Air dari Kunming, dan China Southern Airlines dari Guangzhou.Pergerakan wisatawan dari China menuju Sulawesi Utara cukup tinggi, terutama sebelum pandemik COVID-19. Saat itu, jumlah penerbangan langsung Manado-China jauh lebih banyak dibandingkan saat ini.Setelah pandemik mulai berhasil ditangani, wisatawan China perlahan kembali berkunjung ke Sulawesi Utara. Sebanyak lebih dari 31.000 wisatawan tercatat pada tahun lalu, menyumbang 67 persen dari total kunjungan wisatawan asing ke provinsi tersebut, tunjuk data dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara.Merespons tren tersebut, TransNusa berencana menambah rute penerbangan langsung dari tiga kota di China pada tahun ini, di antaranya dari Shanghai, Shenzhen, dan Hangzhou."Langkah ini akan dilakukan pada Juni dan Juli, tetapi tanggal dimulainya belum dipastikan," kata Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto saat dikonfirmasi Xinhua.Dalam wawancara dengan Xinhua pada pertengahan Februari lalu, pejabat senior Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Vinsensius Jemadu menyebut pemerintah Indonesia sedang mendorong lebih banyak penerbangan langsung dari China ke Indonesia, khususnya ke Manado. Langkah ini diambil atas dasar pertimbangan tren kembalinya turis China yang berwisata ke wilayah tersebut seperti pada 2019.Penambahan volume penerbangan langsung China-Manado yang mengangkut ribuan turis ini disebut-sebut akan menjadi angin segar bagi industri perhotelan di Sulawesi Utara."Peningkatan wisatawan dari China menjadi alternatif untuk menopang industri perhotelan di Sulawesi Utara yang saat ini menghadapi situasi bisnis kurang menguntungkan," ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Hannover Messe 2024 Jerman resmi dibuka, fokus pada keberlanjutan industri
Indonesia
•
23 Apr 2024

Adora Magic City nama kapal pesiar besar pertama buatan China
Indonesia
•
22 May 2023

PM Yunani minta intervensi Uni Eropa terkait distorsi pasar energi
Indonesia
•
17 Sep 2024

Swedia catat rekor lonjakan harga pangan, terutama makanan bayi
Indonesia
•
07 Mar 2023


Berita Terbaru

IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia
Indonesia
•
13 Jun 2026

Aset lintas batas Hong Kong tembus Rp53 kuadriliun, lampaui Swiss
Indonesia
•
13 Jun 2026

UKM Singapura paling tidak optimistis ekspansi ke luar negeri
Indonesia
•
12 Jun 2026

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026
