
Perekonomian APEC serukan penghapusan hambatan perdagangan

Foto yang diabadikan pada 17 September 2024 ini memperlihatkan sebuah terminal peti kemas di Hong Kong, China selatan. (Xinhua/Chen Duo)
Hong Kong (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam Pertemuan Menteri Keuangan APEC yang diselenggarakan di Hong Kong, China selatan, para perwakilan dari perekonomian-perekonomian Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) menyerukan penghapusan tarif dan hambatan lainnya yang menghalangi kerja sama regional, kata Paul Chan, sekretaris keuangan pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong, setelah menghadiri pertemuan tersebut.
"Kami belajar untuk lebih menghargai keterbukaan, inovasi, dan kerja sama setelah pertemuan tersebut berakhir," kata Chan kepada Xinhua. Dia mengatakan bahwa para perwakilan dari perekonomian-perekonomian APEC sepakat untuk mendorong investasi dan kerja sama rantai industri di kawasan tersebut.
Banyak perekonomian ASEAN, seperti contohnya Malaysia dan Vietnam, menyambut investasi dari perusahaan-perusahaan asal daratan China atas potensi mereka dalam membantu meningkatkan ekonomi lokal serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja, ujar Chan.
Ketika perusahaan-perusahaan tersebut memutuskan untuk memperluas jangkauan global mereka, keunggulan Hong Kong dalam bidang layanan profesional dapat memfasilitasi proses tersebut, imbuhnya.
Akses Hong Kong terhadap modal global juga berperan dalam bidang-bidang kerja sama APEC lainnya. Perekonomian-perekonomian APEC dapat mencari pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar mereka di Hong Kong, sementara perusahaan-perusahaan dapat mencatatkan diri baik di pasar modal lokal mereka maupun di bursa Hong Kong, ujar Chan.
Terkait hal itu, Chan mengatakan bahwa dia telah menarik minat banyak perwakilan saat menyampaikan rencana untuk memperdalam kerja sama regulasi sekuritas dengan perekonomian-perekonomian APEC.
Terkait upaya mendorong akses dan peluang keuangan bagi semua pihak, yang menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan pada 20-21 Oktober tersebut, Chan mengemukakan Project CargoX, sebuah inisiatif yang dipelopori oleh Otoritas Moneter Hong Kong, untuk dijadikan studi kasus.
Platform digital ini mengintegrasikan data logistik dan rantai pasokan, yang merupakan bukti kegiatan bisnis, sehingga perusahaan kecil dan menengah dapat memperoleh pinjaman bank tanpa agunan.
"Tujuan akhir dari pembangunan adalah senantiasa memastikan kesejahteraan bagi semua," ujar Chan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

WTO revisi pertumbuhan perdagangan barang global 2026 jadi 1,8 persen akibat kenaikan tarif AS
Indonesia
•
11 Aug 2025

‘Hijau’ dan ‘digital’ jadi tema utama dalam fase baru pengembangan BRI
Indonesia
•
16 Oct 2024

Ladang minyak di Laut China Selatan hasilkan 20 juta ton ekuivalen minyak pada 2022
Indonesia
•
31 Dec 2022

Pemerintah usulkan pembangunan fasilitas pencampuran batu bara penuhi kewajiban domestik
Indonesia
•
16 Nov 2021


Berita Terbaru

Feature: Dari lapak Bogor ke pasar China, ekspor kelapa Indonesia apai 44,9 triliun rupiah
Indonesia
•
23 Oct 2026

AI berpotensi dongkrak pertumbuhan ekonomi Timur Tengah dan Asia Tengah
Indonesia
•
23 Oct 2026

American Airlines Rugi 4,85 triliun rupiah meski pendapatan cetak rekor
Indonesia
•
23 Oct 2026

Fokus Berita – Investasi 540 miliar rupiah di ITB, kolaborasi Indonesia-China kembangkan talenta metalurgi
Indonesia
•
23 Oct 2026
