
Produk Domestik Bruto AS direvisi naik pada Q3 di tengah kekhawatiran resesi

Orang-orang mengunjungi acara "RE+ 2022" yang digelar di Anaheim Convention Center di Orange County, California, Amerika Serikat, pada 21 September 2022. (Xinhua/Zeng Hui)
Perekonomian Amerika Serikat (AS) pada kuartal ketiga (Q3) tahun ini tumbuh lebih cepat dibanding perkiraan awal, tetapi ekonomi negara itu masih menghadapi kemungkinan resesi pada paruh pertama tahun depan.
Washington, AS (Xinhua) – Perekonomian Amerika Serikat (AS) pada kuartal ketiga (Q3) tahun ini tumbuh lebih cepat dibanding perkiraan awal, tetapi negara itu masih menghadapi kemungkinan terjadinya penurunan tahun depan.Produk Domestik Bruto (PDB), total nilai seluruh barang dan jasa AS, naik dengan laju yang disetahunkan sebesar 2,9 persen, menurut perkiraan kedua yang dirilis pada Rabu (30/11).Angka tersebut dinaikkan dari peningkatan 2,6 persen yang dilaporkan bulan lalu.Revisi itu mencerminkan peningkatan belanja bisnis dan konsumen serta pengurangan impor.Pada saat yang sama, ekonomi menghadapi kemungkinan resesi pada paruh pertama tahun depan, di saat Federal Reserve (The Fed) AS menjalani siklus kenaikan suku bunga paling intens selama empat dekade dalam upaya untuk meredam inflasi terburuk sejak era 1980-an.Pengeluaran yang berlebihan dari pemerintah saat ini adalah penyebab dari inflasi yang tak terkendali, menurut para ekonom.Sejumlah pertanda mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan tahun depan. Pasar perumahan anjlok seiring kenaikan suku bunga memicu tingkat hipotek tertinggi dalam 20 tahun, mempersulit para calon pembeli untuk membeli rumah.Suku bunga hipotek tetap untuk jangka waktu 30 tahun melewati angka 7 persen pada Oktober, pertama kalinya dalam dua dekade, menurut data dari Freddie Mac, perusahaan yang menyediakan pinjaman hipotek.Angka tersebut lebih dari dua kali lipat rata-rata 3,10 persen pada periode yang sama tahun lalu.Selain itu, investasi hunian juga mengalami penurunan selama enam kuartal berturut-turut.
Foto yang diabadikan pada 19 Oktober 2022 ini menunjukkan sebuah rumah yang dijual di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Ting Shen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Singapura ubah strategi AI, fokus jadi pusat inovasi global ketimbang bangun AI terbesar
Indonesia
•
26 Jun 2026

Perusahaan makanan Indonesia gelar pameran dagang virtual di Taiwan
Indonesia
•
10 Jul 2020

Bank Pembangunan China terbitkan obligasi hijau senilai 1,7 miliar dolar AS
Indonesia
•
23 Aug 2024

China targetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada 2025
Indonesia
•
06 Mar 2025


Berita Terbaru

AS terapkan tarif ‘drone’ hingga 100 persen, keamanan nasional jadi alasan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Fokus Berita – Dari langit biru Beijing hingga Afrika: Bagaimana China mengubah janji menjadi aksi
Indonesia
•
14 Aug 2026

OPEC ubah ramalan minyak dunia: 2026 melambat, 2027 justru melonjak
Indonesia
•
13 Aug 2026

Fokus Berita – 17,9 kuadriliun rupiah investasi dan 500.000 lapangan kerja: Jejak besar BRI China di dunia
Indonesia
•
13 Aug 2026
