Korban tewas akibat gelombang kedua ledakan alat komunikasi di Lebanon bertambah jadi 14 orang, 450 luka-luka

Orang-orang mengantre untuk mendonorkan darah bagi mereka yang terluka dalam ledakan alat komunikasi pager di Beirut, Lebanon, pada 17 September 2024. (Xinhua/Bilal Jawich)
Perangkat yang meledak di wilayah pinggiran selatan Beirut dan beberapa wilayah di Lebanon selatan dan timur diidentifikasi sebagai model ICOM V82, perangkat walkie-talkie yang dilaporkan buatan Jepang.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat ledakan alat komunikasi nirkabel di Lebanon pada Rabu (18/9) bertambah menjadi 14 orang, dengan korban luka-luka mencapai 450 orang, kata Kementerian Kesehatan Lebanon.Ledakan terdengar pada Rabu sore di wilayah pinggiran selatan Beirut dan beberapa wilayah di Lebanon selatan dan timur.Laporan keamanan mengindikasikan bahwa sebuah alat komunikasi nirkabel meledak di wilayah pinggiran selatan Beirut saat pemakaman empat anggota Hizbullah, dengan ledakan serupa yang memicu kebakaran pada mobil dan bangunan tempat tinggal, yang mengakibatkan beberapa orang terluka.Media lokal mengatakan perangkat yang meledak diidentifikasi sebagai model ICOM V82, perangkat walkie-talkie yang dilaporkan buatan Jepang. Layanan darurat dikerahkan ke tempat kejadian untuk membawa korban luka ke rumah sakit setempat.Sementara itu, Komando Angkatan Darat Lebanon mengeluarkan pernyataan yang mendesak warga untuk tidak berkumpul di dekat lokasi kejadian agar tim medis dapat masuk.Sejauh ini Hizbullah belum mengomentari insiden tersebut.Ledakan itu terjadi setelah serangan sehari sebelumnya, ketika militer Israel diduga menargetkan baterai penyeranta atau pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah, yang mengakibatkan tewasnya 12 orang, termasuk dua anak-anak, dan sekitar 2.800 orang terluka.Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (17/9), Hizbullah menuduh Israel "bertanggung jawab penuh atas agresi kriminal yang juga menargetkan warga sipil," dan mengancam akan membalas. Israel belum mengomentari ledakan tersebut.Ketegangan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel meningkat pada 8 Oktober 2023, menyusul rentetan roket yang diluncurkan oleh Hizbullah ke Israel sebagai bentuk solidaritas atas serangan Hamas sehari sebelumnya. Israel kemudian membalas dengan menembakkan artileri berat ke Lebanon tenggara.Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan bahwa Israel berada di "awal babak baru perang" melawan Hizbullah.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Haji1443 – Jamaah menuju Mina untuk lempar jumroh, ritual terakhir
Indonesia
•
09 Jul 2022

Arab Saudi minta Badan Atom Internasional ungkap aktivitas nuklir Iran
Indonesia
•
19 Nov 2020

Putin dan Erdogan bahas kemitraan Rusia-Turkiye via telepon
Indonesia
•
28 Mar 2023

Fokus Berita – China berperan penting dalam transisi global menuju energi terbarukan
Indonesia
•
14 Feb 2024
Berita Terbaru

Menlu Rusia: Remiliterisasi Jepang ancam stabilitas Asia-Pasifik
Indonesia
•
04 Feb 2026

Pasangan Clinton setuju bersaksi di komite DPR AS terkait penyelidikan Epstein
Indonesia
•
04 Feb 2026

Penembak mantan PM Jepang Shinzo Abe ajukan banding atas hukuman seumur hidup
Indonesia
•
04 Feb 2026

Presiden Iran perintahkan dimulainya dialog nuklir dengan AS
Indonesia
•
03 Feb 2026
