
Wamenlu Iran sebut penyusupan Mossad terkait pembunuhan pemimpin Hamas masih diselidiki

Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus presiden lembaga pemikir Institute for Political and International Studies (IPIS), Dr. Mohammad Hasan Sheikholeslami, saat menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Selasa (13/8/2024). (Indonesia Window/Ronald Rangkayo)
Penyusupan Mossad di Iran, yang dikaitkan dengan serangan mematikan yang menewaskan pemimpin Hamas, masih dalam penyelidikan.
Jakarta (Indonesia Window) – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Dr. Mohammad Hasan Sheikholeslami, menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh pada 31 Juli lalu.Mengenai isu yang menyebutkan bahwa Iran telah diinfiltrasi oleh lembaga intelijen Israel, Mossad, Wamenlu Iran menyatakan, “Kehadiran Mossad di negara lain bukanlah hal yang lumrah, atau jarang dijumpai.”“Berkaitan dengan upaya penyusupan Mossad, institusi-institusi di Iran sedang melakukan investigasi yang saat ini masih berlangsung,” kata presiden lembaga pemikir Institute for Political and International Studies (IPIS) tersebut, dalam acara media gathering di Jakarta, Selasa (13/8).Dia menerangkan, para ahli keamanan Iran telah mengantongi data tentang cara-cara dan pendekatan-pendekatan yang digunakan oleh para pelaku teror, sehingga dapat disimpulkan siapa dalang di balik serangan mematikan di Teheran pada akhir Juli lalu itu.“Saat ini kami masih berada di tengah-tengah penyelidikan, sehingga belum bisa membeberkan hasil penyelidikan,” ujar Dr. Sheikholeslami, namun menegaskan, “zionis 100 persen bertanggungjawab atas kejadian ini, termasuk Amerika Serikat, yang mendukung zionis.”Menurutnya, kematian Ismail Haniyeh, yang saat serangan itu terjadi berada di Teheran guna menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Iran.“Teror pengecut ini membuat masyarakat Iran sedih dan menuntut untuk membalas serangan tersebut,” kata Dr. Sheikholeslami, seraya mengingatkan bahwa “ini bukan pertama kali zionis melakukan teror. Menggunakan cara-cara ilegal telah menjadi kebiasaan rezim zionis. Kami juga menyaksikan teror yang terjadi di poros perlawanan di Lebanon dan Suriah.”Dia menegaskan bahwa serangan Israel yang mematikan tersebut pasti akan dibalas oleh Iran sesuai arahan dan petunjuk pemimpin spiritual Iran, Ali Khamenei.“Respon kami adalah hal yang mutlak dan pasti. Kapan, bagaimana, dan di mana respon tersebut, akan diputuskan oleh pemimpin tertinggi Iran,” katanya, seraya menambahkan, serangan Israel yang ibu kota Teheran yang menewaskan Haniyeh telah mendorong Iran untuk meningkatkan daya pertahanan dan perlindungan nasional mereka.Di sisi lain, lanjutnya, Iran telah melancarkan sejumlah operasi oleh kelompok-kelompok revolusioner yang berhasil menyerang jantung wilayah Tel Aviv.Wamenlu Iran mengatakan, pihaknya terus memperhatikan gerakan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu yang selalu berusaha menghentikan upaya-upaya gencatan senjata dari pihak mana pun.“Rezim pembunuh anak-anak ini mencoba menghentikan gencatan senjata karena jika ini terjadi maka ini akan menjadi akhir dari Netanyahu, dan awal dimulainya pengadilan terhadap dirinya,” ujarnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jokowi apresiasi investasi Prancis pada sektor strategis di Indonesia
Indonesia
•
10 Sep 2023

Pemerintah targetkan ekonomi 2026 tumbuh 5,4 persen
Indonesia
•
15 Feb 2026

Semakin banyak produk Indonesia dipamerkan di Canton Fair di China
Indonesia
•
04 May 2023

Kunjungan turis China ke Indonesia naik lebih dari 6 kali lipat pada 7 bulan pertama 2023
Indonesia
•
08 Sep 2023


Berita Terbaru

Dari Rafale hingga Palestina, Prabowo, Macron perkuat sinergi strategis
Indonesia
•
30 May 2026

Hikmah Idul Adha, Ulama: Ketaatan pada Allah ﷻ sering kali dilakukan memilih-milih
Indonesia
•
29 May 2026

China-Indonesia sepakat intensifkan pertukaran tingkat tinggi dan perkuat kerja sama multilateral
Indonesia
•
27 May 2026

Lembaga sertifikasi halal China perkuat ekosistem halal Indonesia dari hulu hingga hilir
Indonesia
•
26 May 2026
