
Feature – Teknologi dan peralatan canggih asal Jiangxi China rambah pasar Indonesia dan Asia Tenggara

Foto dokumentasi ini menunjukkan suasana di dalam Aman Copper Smelter yang berada di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Xinhua)
Nanchang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sinar matahari menyinari bangunan-bangunan pabrik milik Aman Copper Smelter, di mana lini-lini produksi beroperasi lancar dan balok-balok katode tembaga berkemurnian tinggi terus dihasilkan secara bertahap dari lini produksi.
Mulai dari desain proses keseluruhannya hingga manufaktur peralatan intinya, smelter mutakhir di Asia Tenggara ini sepenuhnya disediakan oleh China Nerin Engineering Co., Ltd. yang berbasis di Provinsi Jiangxi, China tengah. Proyek ini menerapkan teknologi dikembangkan China, yaitu ‘peleburan flotasi putar + penyulingan flotasi putar’ (rotary flotation smelting + rotary flotation refining) yang dikenal sebagai teknologi ‘double-flash’, menandai proyek peleburan tembaga proses penuh pertama di luar China.
"Kami menyumbang 51 persen dari kapasitas produksi tembaga global, dan kami telah terlibat dalam desain serta konstruksi lebih dari 70 persen kapasitas produksi tembaga domestik China. Kami telah lama berkecimpung di sektor logam nonbesi di Asia Tenggara selama bertahun-tahun dan telah meraih hasil yang solid dalam membawa teknologi kami ke luar negeri," ungkap Liu Yi, wakil manajer umum China Nerin Engineering Co., Ltd. "Selain proyek smelter tembaga di Indonesia, kami juga telah mengimplementasikan proyek teknologi peleburan rendah karbon di Filipina dan sedang mengembangkan proyek daur ulang sumber daya tembaga di Thailand."
Secara terbuka, Liu Yi berkata, "Komposisi bijih tembaga di Asia Tenggara sangat bervariasi, sehingga menerapkan proses kami secara mentah-mentah kemungkinan besar tidak akan efektif. Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan lini produksi agar sesuai dengan kadar bijih lokal."
Dalam menghadapi berbagai tantangan, China Nerin Engineering Co., Ltd. mengadopsi pendekatan yang disesuaikan dan merespons dengan fleksibilitas. Untuk mengatasi masalah kompatibilitas mineral, mereka mengerahkan tim teknis multidisiplin guna melakukan survei di lapangan, mendesain ulang proses peleburan yang disesuaikan dengan kebutuhan, serta secara proaktif meneliti regulasi setempat agar dapat secara lancar mengintegrasikan standar lingkungan dan efisiensi energi China dengan persyaratan lokal. Ketika menangani tantangan kolaborasi, mereka mengimplementasikan manajemen yang dilokalisasi, melatih staf teknis lokal, dan membentuk tim proyek gabungan antara China dan asing.
Saat ini, proyek-proyek China Nerin di Asia Tenggara membuahkan hasil yang mengesankan. Aman Copper Smelter di Indonesia telah sukses diresmikan dan kini telah beroperasi. Proyek tersebut memproses 900.000 ton tembaga konsentrat setiap tahun, menghasilkan 220.000 ton katode tembaga LME Grade A per tahun, serta 18 ton emas, 55 ton perak, dan 850.000 ton asam sulfat sebagai produk sampingan, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PDB dan pendapatan pajak lokal, serta perluasan lapangan kerja.
Proyek China Nerin menghemat biaya investasi 50 persen dibandingkan proyek-proyek sejenis di Eropa dan Amerika Serikat, san saat ini telah menciptakan lebih dari 1.200 lapangan kerja lokal.
Teknologi-teknologi asal Jiangxi tidak hanya merambah Asia Tenggara di sektor logam nonbesi, tetapi juga di berbagai bidang lainnya. Jiangxi Hongban Technology Co., Ltd. menginvestasikan 110 juta dolar AS untuk konstruksi basis manufaktur pintar bagi papan sirkuit berpresisi tinggi di Vietnam, yang mendukung peningkatan teknologi industri elektronik lokal dengan lini produksi otomatis kelas dunia. Jiangxi Hongbai New Materials Co., Ltd. menyuntikkan dana hampir 100 juta yuan atau sekitar 14,62 juta dolar AS ke anak perusahaannya di Thailand untuk mempercepat konstruksi proyek produksi silana fungsional, sehingga memperkuat rantai pasokan industri silana fungsional di Asia Tenggara. Jiangxi Weile Technology Co., Ltd. masuk ke dalam rantai pasokan produsen otomotif terkemuka di kawasan Asia-Pasifik dengan memanfaatkan teknologi intinya dalam pembuatan kulkas kendaraan, dengan produk-produk yang mencakup pasar di sejumlah negara Asia Tenggara dan diperkirakan akan menyumbang hampir 400 juta yuan atau sekitar 58,48 juta dolar AS ke dalam ekspor perdagangan luar negeri.
*1 dolar AS = 17.496 rupiah
**1 yuan = 2.576 rupiah
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Wawancara – Pejabat senior WEF sebut China beri kontribusi positif terhadap tata kelola AI global
Indonesia
•
22 Jan 2025

Produksi pemulihan minyak tersier di Ladang Minyak Daqing China capai rekor tertinggi
Indonesia
•
21 Dec 2022

Minyak naik di Asia, permintaan meningkat meski kasus Omicron melonjak
Indonesia
•
30 Dec 2021

Shanghai akan gelar pekan industri biomedis internasional
Indonesia
•
09 Oct 2023


Berita Terbaru

Whoosh layani lebih dari 90.000 penumpang selama libur panjang pekan lalu
Indonesia
•
19 May 2026

Mobil Chery Q resmi diluncurkan di Jakarta, tawarkan fitur pengecasan daya cepat
Indonesia
•
19 May 2026

IPA Convex 2026 soroti penguatan ketahanan energi nasional di tengah geopolitik global
Indonesia
•
19 May 2026

OPEC turunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026
Indonesia
•
14 May 2026
