
PBB: 63.000 metrik ton makanan menanti pencabutan blokade bantuan Gaza

Anak-anak Karam Haloub terlihat di dekat rumah mereka yang hancur di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 3 Maret 2025. Karam Haloub (39) bersikeras tinggal bersama istri dan lima anaknya di rumah mereka sendiri di Kota Beit Lahia selama 14 bulan pertama sejak pecahnya konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Namun, keluarga tersebut terpaksa mengungsi saat operasi militer Israel diluncurkan pada Desember 2024, dan harus tinggal di sebuah tenda di Gaza City. Mereka kembal...
Penghancuran bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat meningkat tajam, dengan jumlah bangunan yang dihancurkan selama 10 hari pertama di bulan suci Ramadhan tahun ini melebihi jumlah di sepanjang Ramadhan 2024.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (14/3) mengatakan bahwa 63.000 metrik ton makanan, yang cukup untuk mendukung 1,1 juta orang selama dua hingga tiga bulan, menanti pencabutan blokade bantuan untuk Gaza.Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan pemblokiran bantuan selama 12 hari ini menghambat operasi bantuan."Ini berarti, misalnya, Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) belum dapat mengangkut pasokan makanan ke Gaza akibat penutupan semua titik perlintasan perbatasan baik untuk pasokan kemanusiaan maupun komersial," kata OCHA. "WFP memiliki sekitar 63.000 metrik ton makanan yang ditujukan untuk Gaza, yang disimpan atau dalam perjalanan di wilayah tersebut."WFP mengatakan mereka memiliki pasokan yang cukup untuk mendukung toko roti dan dapur umum yang aktif hingga satu bulan dan juga dapat menyediakan paket makanan siap santap bagi 500.000 lebih warga selama dua pekan. Namun, sebelum gencatan senjata, WFP mengurangi jumlah paket makanan siap santap agar keluarga dapat menambah persediaan dan melayani lebih banyak orang.Masalahnya bukan hanya kekurangan makanan. Minimnya bahan bakar memengaruhi pergerakan kendaraan di seluruh Gaza dan memperlambat kerja tim responden pertama.OCHA mengungkapkan pasokan oksigen dan generator listrik juga sangat dibutuhkan untuk mempertahankan operasi penyelamatan nyawa di berbagai rumah sakit di Gaza. Sedikitnya 24 generator tambahan sangat dibutuhkan di pusat-pusat kesehatan, karena generator yang digunakan membutuhkan perawatan dan suku cadang.
Anak-anak berjalan di antara reruntuhan pascaoperasi militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat, pada 11 Maret 2025. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Mantan pekerja kerah putih di Sudan andalkan pekerjaan sampingan saat perang melanda
Indonesia
•
02 Jul 2024

Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 digelar di Yogyakarta, cetak generasi penerus wayang
Indonesia
•
23 Jul 2026

Korban tewas akibat bencana iklim di Brasil selatan capai 151 jiwa
Indonesia
•
18 May 2024

Studi sebut Thanksgiving jadi hari libur paling berbahaya bagi pengemudi di AS
Indonesia
•
22 Nov 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
